LENSAINDONESIA.COM: Kendati sudah melewati deadline akhir 2012 lalu, penggarapan jalan lintas selatan (JLS) yang melintas di Pacitan belum rampung. Pembangunan jembatan di Desa Worawari, Kecamatan Kebonagung masih berlangsung. Akibatnya, jalur nasional sepanjang 81,5 kilometer dari wilayah Kecamatan Sudimoro – Donorojo tak kunjung tersambung.

Warga harus kerepotan saat mengakses JLS di titik jembatan tersebut. Sebab, mereka harus melewati jalan sempit dari tanah dan menanjak bukit. Bahkan, di saat musim penghujan kesulitan melewati akses darurat itu semakin bertambah. Gara-garanya, kondisi jalan darurat becek.

“Sebaiknya segera diselesaikan pembangunan jembatannya agar (jalannya) lebih mudah,” kata salah seorang warga,
Kuncoro, Kamis (16/01/2013).

Menurutnya, belum mulusnya JLS hanya di titik jembatan yang masih dibangun itu. Sedangkan, di sepanjang titik JLS yang lain sudah mulus dan lebarnya antara 18 – 24 meter. Aspalnya pun juga halus. Maka, dia berharap agar proyek nasional tersebut segera rampung untuk lebih membuka akses transportasi di wilayah timur Pacitan.

Agus Sutanto, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) JLS dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) V menjelaskan, pembangunan jembatan di Desa Worawiri itu merupakan satu-satunya titik JLS yang belum rampung digarap.

Dengan begitu, proyek nasional tersebut belum tersambung maksimal. “Karena salah satu pihak pihak rekanan melewati deadline. Kami juga sudah memberikan sanksi denda,” tuturnya tanpa menyebut nama kontraktor penggarap jembatan itu.

Molornya satu pekerjaan fisik itu, lanjutnya, mengakibatkan capaian proyek JLS baru 99 persen. Meski begitu, Agus optimistis dalam waktu dekat jembatan tersebut sudah rampung dikerjakan. Seiring dengan itu, JLS akan tersambung. Tapi, pihak rekanan memiliki kewajiban melakukan perawatan bangunan selama dua tahun mendatang.

Proyek JLS di wilayah Pacitan membentang mulai Glonggong yang berbatasan dengan Wonogiri (Jateng) hingga sisi timur berbatasan dengan Trenggalek. Karena panjangnya kawasan pelaksanaan proyek, maka pelaksanaannya dibagi menjadi lima paket. Yakni, Jetak – Hadiwarno, Sidomulyo – Jetak, Pacitan – Sidomulyo III, Glonggong – Batas Pacitan I, dan Glonggong – Batas Pacitan II. @rachma