LENSAINDONESIA.COM: CEO PT Pengelola Persebaya, I Gede Widiade mengklaim dirinya resmi mundur dari jabatannya. Langkah Gede ini sebagai bukti dari ancamannya pada konsorsium PT Mitra Bola Indonesia (PT MBI) yang tidak menepati janji membayar dana talangan sebesar Rp 9 miliar hingga akhir Januari.

“Janji itu ternyata nol besar, hingga saat ini konsorsium belum mencairkan,” tegas Gede, yang merasa ‘tertipu’.

Mundurnya Gede ini sejatinya sudah kedua kalinya dalam bulan ini. Pada 5 Januari lalu, ia sudah mengajukan surat pengunduran diri pada konsorsium, buntut dari konfliknya dengan Direktur PT Persebaya Indonesia (PT PI) Cholid Ghoromoah.

Dengan mundurnya Gede selaku pemberi amanat dari Persebaya IPL (Indonesia Primer League), maka nasib tim kebanggaan warga Surabaya ini makin terkatung-katung.

CEO PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), Widjajanto, menyerahkan sepenuhnya nasib Persebaya IPL ada pada konsorsium. “Ya bukan wilayah kami (LPIS) lagi. Konsorsium yang menentukan, apakah mereka mengutus Pak Dityo Pramono lagi atau menunjuk orang baru,” terangnya. @bl/LI-14