Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Gresik Raya

DPRD Gresik Tuding RS Walisongo Bodong 

LENSAINDONESIA.COM: Komisi D DPRD Gresik mendesak pemerintah Kabupaten Gresik untuk menghentikan operasi Rumah Sakit (RS) Walisongo di Desa Kalipang Kecamatan Balongpanggang. Karena RS swasta tersebut diduga ‘bodong’ alias ijin belum lengkap perijinanya.

Menurut Ketua Komisi D Drs Chumaidi Ma’un bahwa pernyataan yang disampaikan oleh pihak RS Walisongo, bahwa ijiin yang dikantongi hanya praktek dokter, tetapi menerima pasien rawat inap, menyalahi aturan.

“Kalau hanya praktek dokter, tidak boleh menerima pasien rawat inap. Ini sudah tidak benar ” tegas Chumaidi, Minggu (3/2/2013).

Politisi asal PKB ini juga menengarai RS Walisongo sudah beroperasi dan mematahkan dalih pihak pemilik. “Saya mendapatkan informasi dari masyarakat, tidak hanya satu orang saja. Kalau rumah sakit menerima pasien rawat inap,” bebernya

Sedangkan, pengakuan pemilik RS Walisongo persoalan ketenagakerjaan yang dibayar dibawah UMK Gresik dengan dalih pegawaimasih magang, menurut Chumaidi Ma’un bohong.

“Kenapa saya katakan demikian, magang itu hanya diperlakukan bagi anak yang masih pendidikan sekolah baik SMA maupun perguruan tinggi. Tetapi anak itu sudah lulus sekolah itu bukan magang lagi, tetapi kerja. Membayar tenaga kerja dibawah UMK, ada sanksinya pidana, ” tegas politisi yang tinggal di Kecamatan Manyar tersebut.

Yang jelas, sambung Chumaidi Ma’un, sesuai dengan keterangan Kepala Dinas Kesehatan red), dr Soegeng Widodo, RS Wali Songo hanya mengantongi ijin IMB (Ijin Mendirikan Bangunan).

“Itu jelas melanggar undang-undang, diperkuat dengan peraturan daerah , harus ditindak tegas, ” tegasnya.

Pihak RS Wali Songo, pemilik RS Walisongo sendiri, Arif Handoko, SH, menyangkal kalau usahanya menyalahi aturan.@masduki  mohammad

Baca Juga:  Nilai ekspor JAPFA capai Rp 500 miliar lebih di 2019, Mentan: Indonesia pesaing dunia