Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE DEMOKRASI

Selama Anas Masih Ketum Demokrat, Upaya Penyelamatan Partai Musykil 

LENSAINDONESIA.COM: Pelengseran Anas Urbaningrum (AU) sebenarnya bukan tujuan utama bagi Partai Demokrat seandainya partai ini masih punya waktu lama untuk membuat elektabilitasnya tidak terjun bebas. Sayangnya, waktu adalah “musuh” paling besar dan tanpa kompromi bagi partai besutan Presiden SBY itu.

Menurut pengamat politik asal President University, AS. Hikam, jika sampai pertengahan tahun 2013, Partai Demokrat tak kunjung bisa mengembalikan pamor dan elektabilitasnya, maka ia harus siap mengucapkan selamat jalan kepada Pemilu 2014.

“AU berada dalam titik sentral yang menentukan keberhasilan kerja besar itu. Ia sebab utama keterpurukan PD citranya yang hancur gara-gara kasus-kasus korupsi di tingkat elitenya plus keretakan yang makin transparan dari para petingginya,” sambungnya.

Status Ketum PD, yang namanya selalu disebut di berbagai kasus megakorupsi, belum jelas benar ujung pangkalnya. Dan di situlah masalahnya. Semakin lama ihwal status itu terkatung-katung, maka PD (secara keseluruhan) jadi sandera!

“Amir Syamsuddin (AS) benar bahwa yang utama adalah penyelamatan partai, bukan pelengseran AU. Tapi juga benar bahwa dengan masih bercokolnya AU sebagai Ketum, upaya penyelamatan PD pun musykil. Elite dan para kader PD harus memutuskan dan segera,” sambungnya lagi.

Kemarin, Sekretaris Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat Amir Syamsuddin mengatakan, hanya kader-kader partai yang memiliki rasa tanggungjawab dan kepedulian tinggi yang terpanggil dan bersuara mempersoalkan temuan survei tentang semakin menukiknya nasib Partai Demokrat.

“Dalam kurun waktu yang sangat singkat, Partai Demokrat meluncur menuju kehancuran. Sehingga upaya mengingatkan adalah wujud rasa tanggungjawab dan peduli, agar setiap kader dan jangan hanya menjadi penonton. Kader Demokrat harus berpartisipasi aktif menemukan solusi,” imbuhnya kepada LICOM, hari ini (Senin, 4/2/2013).

Baca Juga:  Indonesia dominasi 30 persen sebagai konsumen properti Crown Group

Isu pelengseran Anas Urbaningrum tidak relevan dan terlalu kecil dibandingkan upaya penyelamatan partai itu sendiri. @ari