LENSAINDONESIA.COM: Kendati harga daging menjulang akibat penurunan jumlah sapi siap potong di Rumah Potong Hewan (RPH) Jatim, Dinas Peternakan (Disnak) Jatim masih optimis program swasembada daging di Indonesia tahun 2014 bisa terealisasi.

Kepala Disnak Jatim, Maskur, mengatakan penurunan jumlah sapi siap potong di RPH wajar, sebab tidak setiap hari masyarakat mengkonsumsi daging sapi. “Sapi memang tidak tetap jumlah pemotongannya. Tergantung dari kegiatan masyarakat yang dilaksanakan secara khusus. Kalau hari besar keagamaan pasti banyak jumlah pemotongan dan tetap memenuhi kebutuhan masyarakat,” tandas Maskur, Kamis (7/2/2013).

Ia menegaskan, program swasembada daging tidak melulu fokus pada sapi. Daging kambing dan ayam juga menjadi upaya Jatim untuk meningkatkan program nasional ini. Apalagi, kontribusi Jatim 32 persen dari jumlah target nasional.

Oleh karena itu masyarakat maupun pelaku sapi perlu lebih waspada terhadap upaya penyelundupan sapi siap potong dari Jatim ke luar daerah. “Kendalanya banyak pelaku sapi tidak patuh dan menyelundupkan sapinya tanpa izin dinas. Dan itu perlu diwaspadai,” sebutnya.

Terkait meroketnya harga daging sapi segar di Jatim, Maskur mengaku tidak bisa melakukan intervensi harga. Sebab, itu merupakan mekanisme pasar. “Harga sapi per kilo maupun dagingnya akan terus naik. Pemerintah tidak bisa intervensi harga dan hanya memungkinkan sekedar memberi imbauan saja. Dan harga daging kalau sudah turun ya akan turun dengan sendirinya,” tandas Maskur. @Panjichuby_666