LENSAINDONESIA.COM : Naiknya harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Jakarta hingga mencapai Rp 95.000-Rp 120.000/kilogram membuat para pedagang bakso mengeluh karena terancam mengalami kerugian.

Yono (38) seorang pedagang bakso gerobak keliling yang mangkal di daerah Terogong, Cilandak, Jakarta Selatan, mengatakan sejak harga daging sapi naik beberapa waktu lalu, omsetnya menurun hingga 25-30 persen. Apalagi ditambah isu daging celeng atau babi hutan yang masih menjadi ramai dibicarakan.

“Kita sekarang juga sepi apalagi harga daging sapi naik menjadi Rp 95 .000/kilogram. Jadi tambah berat bagi pedagang untuk menjual murah dengan harga Rp 8.000/ porsi,” papar Yono, saat ditemui LICOM, Minggu (10/2/2013).

hal senada juga diutarakan Susno yang dengan terpaksa menaikkan harga baksonya. Dari Rp 8000 menjadi Rp 10.000/porsi. “ Jadi setiap porsinya sekarang kita Jual Rp. 10.000/porsi karena. Kalau tidak dinaikkan untuk modal saja tidak balik,” jelasnya.

Namun akibatnya, karena harga naik, kini jualan Bakso Susno menjadi sepi pembeli. “Ya kita berharap kepada pemerintah Pusat dan Pemprov DKI bisa membantu pedagang kecil seperti kami. Khususnya dinas perdagangan untuk menormalkan kembali harga daging,” harapnya.@aguslensa