LENSAINDONESIA.COM: Kelangkaan daging sapi yang terjadi di Jawa Barat dapat diatasi dengan program pengembangan sapi rancah di Kabupaten Ciamis.

Hal ini dikatakan Sekretaris Komisi B DPRD Jawa Barat, Ade Ghozali saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis, Hari ini, Jumat (15/2/2013). Hadir dalam kunker tersebut Kabid Produksi Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat Taufik Garsadi, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Ciamis Wasdi.

Tingginya minat konsumen atas sapi rancah disebabkan harganya yang lebih murah dibandingkan dengan sapi peranakan impor. Selain itu, daging sapi rancah disukai karena kandungan karkasnya tinggi namun rendah lemak.

Sapi local jenis rancah diketahui merupakan plasma nutfah sapi local di Ciamis, populasinya berkembang di Kecamatan Rancah dan Kecamatan Rajadesa.

Budi daya sapi rancah pun tergolong mudah, karena sapi jenis ini
tergolong jinak, relatif tahan penyakit tropis dan parasit serta mempunyai kemampuan reproduksi yang baik. @husein