LENSAINDONESIA.COM: Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman dititipi pesan khusus oleh Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid. Pesannya, bongkar skandal kasus Century dan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Direktur Eksekutif Direktur Pusat Studi Sosial Politik (PUSPOL) Universitas Negeri Jakarta, Ubedilah Badrun berharap Sohibul benar-benar menjalankan amanah partai.

“Semoga benar, sampai kasus Century dan BLBI tuntas. Tugas khusus kepada Sohibul Iman untuk mengawal dan menuntaskan kasus BLBI dan Century adalah pesan politik penting menyangkut problem paling serius di Republik ini,” tegas Ubed yang juga dosen Sosiologi UNJ ini.

Apalagi, dua persoalan tersebut merugikan negara hampir 25 Triliun.

“Saya berharap PKS serius memperjuangkan keadilan dan kebenaran dalam kasus BLBI dan Century, jangan hanya gertak sambal,” tambahnya lagi.

Sebagaimana diketahui bahwa Boediono wapres saat ini diduga terlibat dalam kasus BLBI dan Century, bahkan keputusan MA tahun 2004 sudah memutuskan bahwa Boediono terlibat dalam kasus BLBI.

“Dalam kasus Century juga demikian sangat kuat bukti bukti yang menunjukkan bahwa Boediono terlibat dalam kebijakan bailout century yang merugikan negara tersebut. Persoalannya adalah ketika secara hukum Boediono sudah terbukti bersalah, DPR bisa melakukan Hak Menyatakan Pendapat (HMP) untuk menyatakan apakah Boediono melanggar konstitusi atau tidak,”sambungnya.

Jika mayoritas DPR menyatakan melanggar hukum dan konstitusi maka keputusan DPR harus dibawa ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk diputuskan MK. Keputusan dari MK ini perlu dibawa kembali ke Paripurna DPR untuk diambil keputusan diajukan ke forum Sidang Istimewa MPR memakzulkan Boediono sebagai Wakil Presiden.

“Jadi endingnya Boediono harus dimakzulkan atau diberhentikan demi keadilan hukum dan konstitusi. Kita menunggu action, bukan janji PKS,” imbuh Ubedilah Badrun. @ari