LENSAINDONESIA.COM: Sejumlah politisi dari berbagai Partai Politik turut berkecimpung mengurusi sepakbola nasional. Sebagian ada yang ikut terlibat di dalam kepengurusan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), malah ada juga yang ikut menangani tim Nasional Sepak Bola Indonesia.

Meski, posisi manajer timnas sudah silih berganti sejak Ramadhan Pohan ke Habil Marati sampai saat ini dipegang Mesak Manibor, tetapi mereka merupakan politisi. Ramadhan Pohan terlibat di Partai Demokrat, sementara Habil Marati pernah menjabat sebagai Bendahara Partai Persatuan Pembangunan dan Mesak Manibor masih menjabat sebagai Bupati Sarmi, salah satu Kabupaten di Papua. Sampai saat ini Badan Tim Nasional (BTN) Habil Marati masih berkecimpung di badan pengelolaan timnas itu sebagai wakil.

Menanggapi hal itu, Deputi Sekjen PSSI Bidang Kompetisi, Saleh Ismail Mukadar menilai, kondisi sepakbola di Indonesia yang tidak kondusif disebabkan, banyaknya politisi yang ikut terlibat di dalam mengurusi sepakbola di ‘Tanah Air’.

Meski demikian Saleh Mukadar juga mengakui, bahwa dirinya adalah seorang Politisi. Saat ini Saleh masih aktif sebagai Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur. “Yang merusak sepakbola kita ini politisi. Celakanya saya juga seorang politisi,” ujarnya.

Untuk itu, Saleh berharap sepak bola nasional kedepanya tidak ada lagi politisi yang masuk dan berkecimpung mengurusi PSSI. Saleh juga akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Deputi Sekjen PSSI Bidang Kompetisi untuk fokus menjadi Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, setelah kongres 17 Maret 2013, mendatang.

“Setelah kongres saya akan mengundurkan diri mengurusi sepak bola mudah-mudah saya direlakan untuk pergi oleh PSSI. Karena saya ingin fokus menjabata sebagai anggota Komisi E DPRD Jawa Timur,” jelasnya.

“Saya juga berharap kedepannya PSSI ataupun sepakbola di Tanah Air tidak lagi dipegang oleh Politisi,” lanjutnya menandaskan.@anggi