LENSANDONESIA.COM: Beberapa guru menyayangkan sikap dan kebijakan PT Ultra Jaya Milk (UJM) yang dinilai kurang memperhatikan keberadaan SD Negeri Bunisari Cimareme Kabupaten Bandung Barat. Pasalnya, sekolah yang persis berada di belakang perusahaan susu tersebut tidak pernah menerima dana CSR dari PT UJM.

“Kami belum pernah sekalipun mendapat dana CSR Ultra Jaya ini,” kata Muhammad Satori, salah seorang guru SD Negeri Bunisari kepada LICOM, Kamis (28/2/2013).

Satori mengatakan, sejatinya perusahaan susu tersebut dapat memberikan perhatian yang lebih terhadap kualitas sekolah dan pendidikan bagi siswa. “Sekolah ini berdiri di Cimareme sejak tahun 1968, dan lebih dahulu ada dibanding Ultra Jaya. Maka mohon diperhatikanlah,“ tukas Satori dan diamini beberapa guru di SD Negeri Bunisari tersebut.

Di sisi lain, Satori juga mengaku bahwa sekolah tersebut juga mendapatkan air yang disalurkan langsung dari pabrik PT Ultra Jaya Milk. Air tersebut disalurkan juga kepada warga di sekitar PT Ultra Jaya Milk. “Air yang kecil dan terbatas tersebut dimanfaatkan oleh warga dan sekolah dengan 40 guru dan 700 siswa ini,“ kata Satori.

Sementara itu, tidak jauh dari sekolah tersebut, LICOM juga mencium adanya bau limbah yang berasal dari instalasi PT Ultra Jaya Milk. Bau tersebut lumayan mengganggu warga dan pengendara yang melalui pertigaan jalan Bunisari menuju Batujajar dan Perumahan Lembah Dustira. Sebelumnya, kepada LICOM, pihak PT UJM mengaku bahwa bau dapat muncul ketika cuaca lagi hujan atau mendung.
“Kelembaban udara yang padat menyebabkan baunya tertahan di sekitar instalasi tersebut,“ kata Maman yang mengaku sebagai penanggungjawab instalasi limbah PT UJM beberapa waktu lalu.@desmanjon