LENSAINDONESIA.COM: Aliansi Nasional Anti Korupsi SBY (Anak SBY) kembali menggelar aksi di depan Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. Sama seperti aksi-aksi sebelumnya, dalam aksi hari ini, KPK meminta meningkatkan ‘speed’ dalam menangani kasus korupsi menahun seperti Century dan BLBI.

Pantauan LICOM di lapangan, dalam aksi hari ini, Anak SBY melakukan orasi dan membawa berbagai simbol. Beberapa simbol yang dibawa demonstran antara lain gembok raksasa sebagai simbol untuk menangkap keluarga Cikeas, ayam jago sebagai simbol untuk memberikan semangat kepada Abraham Samad dan celana dalam sebagai simbol KPK jangan banci.

Selain berorasi dan membawa simbol, demonstran melakukan juga melakukan teaterikal. Dalam teaterikal, mereka pun mengikutsertakan ondel-ondel. Ini dilakukan untuk memberikan semangat kepada pimpinan KPK beserta para pegawainya.

Aksi ANAK-SBY tergabung dari berbagai elemen masyarakat. Diantaranya Aliansi Nasional Anti Kekuasaan (Antik), Aliansi Muda Untuk Demokrasi (Almud), Gerakan Rakyat Demokratik (GRD), Solidaritas Rakyat Anti Korupsi (Sorak), Gerakan Indonesia Tanpa Korupsi (Gitak), Komite Solidaritas Pemuda Muslim (KSPM), Sayap Muda Nusantara (SMN), Indonesia Bersatu Anti SBY (Ibas), Aliansi Gusur SBY (Agus), Jaringan Aksi Mahasiswa Jakarta (JAM-J), Gerakan Muda Nahdatul Ulama (GMNU), Gerakan Pemuda Peduli Rakyat Indonesia (Gempari).

Selain itu, tergabung juga dalam aliansi ini, Forum Mahasiswa Anti Korupsi (Formasi), Front Komunitas Mahasiswa Bawah Tanah(Forkombat), Gerakan Mahasiswa Peduli Keadilan (GMPK), Himpunan Mahasiswa & Pemuda Peduli Bangsa (HMPPB), Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gertak), Gerakan Bongkar-KKN (Gerbong KKN), Koalisi Mahasiswa & Masyarakat Ekstra Demokrasi (Kommed) dan Forum Solidaritas Mahasiswa Jayabaya (FSMJ). @aligarut