LENSAINDONESIA.COM: Mahkamah Agung menyatakan jumlah uang denda yang dibayarkan melalui putusan pengadilan terbanyak adalah hasil narkotika. Informasi ini diperoleh sesuai dalam catatan laporan tahunan MA per tahun 2012.

“Hasil Narkotika terbesar sebanyak 16 triliun. Setelah itu, denda tersebut disusul illegal logging, korupsi, dan lalu lintas,” Ujar ketua MA, Hatta Ali saat sidang pleno pembacaan laporan tahunan 2012 di Gedung MA, Jakarta, Rabu (13/3/13).

Dalam laporannya, Mahkamah Agung mendapatkan jumlah uang denda sebanyak 45 triliun Rupiah. Semua uang tersebut berasal dari perkara tipikor, narkotika, kehutanan, perlindungan anak, perikanan, pencucian uang, pelanggaran lalu lintas.

“Jumlah tersebut juga termasuk uang pengganti yang harus dibayarkan terdakwa dalam perkara tindak pidana korupsi,” tandasnya.

Seperti diketahui, MA melakukan pembacaan hasil laporan tahunan pada tahun 2012. Dalam pembacaan laporan tersebut, MA menginformasikan tentang besar penggunaan anggaran dan jumlah kasus. Di acara ini pula, MA menginformasikan tentang daftar sanksi kasus yang diproses MA selama setahun. @priokustiadi