LENSAINDONESIA.COM: Masyarakat Pemuda Muslim Peduli Konstitusi (MPM-PK) melaporkan ancaman ”pelemparan sepatu” yang akan dilakukan segelintir kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) kepada Presiden SBY.

Salah satu pelapor, Heru Purwoko, kepada LICOM menegaskan, apa yang diniatkan oleh HMI tidaklah pantas. Apalagi yang akan menjadi objek pelemparan adalah kepala negara.

“Bila dibiarkan, tidak menutup kemungkinan akan ada niat kelompok lain untuk ikut mengancam Presiden RI dengan melemparkan benda lain, selain sepatu,” katanya, Jumat (15/3/2013).

MPM-PK pun menyerukan kepada seluruh pihak untuk berpolitik dan menyampaikan pendapat, sesuai dengan konstitusi. Berdemokrasilah sesuai aturan dan etika bermasyarakat yamg bermartabat.

“Jangan membawa agama menjadi alat politik praktis. Masyarakat Indonesia yang sebagian besar, merupakan yang terbesar di dunia, jangan memberikan citra Islam yang salah terhadap dunia,” tegas Heru.

“Kebhinekaan Indonesia dari berbagai suku, ras, agama, bahasa daerah adalah menjadi pemersatu untuk mensejahterakan umat, dengan tetap mengedepankan adat istiadat yang mulia, bukan dengan cara yang merendahkan harkat, martabat serta agama kita,” demikian Heru.

MPM-MK mendatangi Polda Metro Jaya sekitar jam 17.00 WIB. Dalam laporan, MPM-PK diterima Unit 3 Kamneg Polda Metrojaya.

Sebelumnya, segelintir kader HMI menegaskan akan melempar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan sepatu jika ngotot membuka Kongres HMI di Hotel Borobudur. Agar tidak menimbulkan hal yang tidak diinginkan, panitia kongres membatalkan undangannya dengan beberapa alasan. @ari