Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE PROOTONOMI

Jelang Pilkada Jateng, Peran Pengawalan Media Jadi Sorotan 

LENSAINDONESIA.COM: Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah kurang dari 2 bulan lagi dengan tiga pasangan calon yang akan berkompetisi di 26 Mei besok. Dan sorotan media terhadap aktivitas Pilgub dan kandidat tak lepas dari sorotan media, baik elektronik, cetak ataupun televisi.

Saat ini KPU Jawa Tengah belum meloloskan kandidat-kandidat itu secara resmi, karena masih dalam tahap verifikasi administratif pasangan calon gubernur. Meski demikian, aktivitas pergerakan masing-masing pasangan calon sudah mulai terlihat, mulai dari menghimpun dukungan dari berbagai kalangan masyarakat, pasangan spanduk, pamflet, sebar gambar hingga sembunyi2 mengiklankan diri mereka pada media.

Rabu siang ini, agenda itu dibahas oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jateng dalam rapat koordinasi dengan media dalam rangka pengawasan Pilgub Jateng 2013.

Dalam rapat yang dinarasumberi Teguh Purnomo divisi pengawasan dan hubungan antar lembaga Bawaslu Jateng, Rofiuddin mewakili tokoh media, dan Zainal Abidin Petir mewakili Komisi penyiaran Informasi daerah (KPID) Jateng memfokuskan peran media agar mampu menjadi netral dalam pemberitaan Pilgub Jateng yang sebentar lagi akan dilaksanakan.

Menurut Rofiuddin, momen-momen seperti ini adalah sebuah ironi bagi wartawan, pasalnya kepentingan-kepentingan antara elit politik dan media sangatlah riskan.

Seteril media dari sebuah kepentingan individu harus diutamakan, pasalnya jangan sampai sebuah media difungsikan sebagai alat untuk oknum-oknum tertentu sebagai ajang promosinya.

Dalam perannya, wartawan haruslah memiliki etika dan menerapkannya pada setiap narasumber. Namun kendala ada pada redaksi dan pemilik modal yg juga memanfaatkan situasi tersebut sebagai keuntungan ekonomi. Karena hal tersebut Rofiudin mengimbau pada rekan-rekan wartawan agar tidak terpengaruh oleh media yang digawanginya.

“Loyallah pada profesi anda (jurnalis-red) bukan pada institusi.” Tedasnya.

Senada dengan Rofiuddin, Zainal Abidin Petir dari koordinator Pengawasan Isi Siaran KPID Jateng mengatakan akan menindak tegas bagi media, baik itu radio ataupun televisi yang melanggar ketentuan penyiaran pilkada.

Baca Juga:  Walikota tolak upaya lelang kurator atas asset Grand Tarakan Mall

“Kita akan segera menindak bagi radio-radio atau televisi yang tidak netral atau membela salah satu pihak sehingga berkesan hanya mempromosikan calon tertentu.” Paparnya.

KPID juga menimbau pada masyarakat agar ikut beperan aktif dalam pengawasan Pilgub tahun ini.
“Jika masyarakat menemukan pelanggaran pada media radio atau televisi yang melanggar standar-standar penyiaran yang sudah diatur dalam undang-undang, mohon lapor pada kita agar media tersebut segera kita tindak,” terangnya.@nur