LENSAINDONESIA.COM: Bertempat di Aula Samudera Loka Mako Lantamal X dilaksanakan sosialisasi batas maritim Indonesia dengan negara-negara tetangga oleh Dinas Hidro Oceanografi Mabes TNI AL yang dipimpin oleh Sekdishidros Mabesal, Kolonel Laut (P) Eko Gudhi Wahyono. Hadir dalam acara tersebut Komandan Lantamal X Laksamana Pertama TNI IG Putu Wijamahaadi, S.H, para Asisten Danlantamal X, para Kadis Lantamal X, Asops Danlantamal XI, Danlanal Biak, Danlanal Sorong, Danlanud TNI AU Jayapura, Kabimang Kodam XVII/Cenderawasih, Dirpolair Polda Papua, Asisten III Gubernur Provinsi  Papua, Perwakilan dari Bea Cukai dan KPLP.

Dalam sambutannya, Komandan Lantamal X mengatakan salah satu hal penting yang diatur dalam UNCLOS 1982 dan terkait erat dengan Indonesia adalah yuridiksi dan batas maritim internasional. UNCLOS mengatur kewenangan sebuah Negara pantai terhadap wilayah laut. Selain itu juga diatur tata cara penarikan garis batas maritim jika terjadi tumpang tindih klaim antara dua atau lebih negara bertetangga, baik yang bersebelahan maupun yang berseberangan.

Indonesia yang berada di antara dua samudera dan dua benua memiliki sepuluh Negara tetangga yaitu, India, Thailand, Malaysia, Vietnam, Singapura, Filipina, Palau, Papua Nugini, Australia dan Timor Leste. Penetapan batas maritim sudah dilakukan sejak tahun 1969 dengan Malaysia ketika UNCLOS 1982 belum ada. Hingga kini, 18 perjanjian batas maritim sudah disepakati sehingga tidak berlebihan jika ada pendapat yang mengatakan bahwa Indonesia termasuk sangat produktif dalam menyelesaikan batas maritim dengan negara tetangga.

Batas wilayah maritim dengan negara-negara tetangga masih belum tuntas sehingga berdampak pada pelanggaran wilayah, khususnya oleh para nelayan baik dari Indonesia maupun negara tetangga. Oleh karena itu, sosialisasi batas maritim dengan negara-negara tetangga ini sangat penting sebagai pencerahan melalui pemberian informasi terkini dari institusi yang menangani langsung tentang batas-batas maritim.

Tindakan sosialisasi batas maritim dengan negara-negara tetangga dari tim Dishidros Mabesal diharapkan dapat menyamakan persepsi serta tindakan yang diambil oleh unsur pelaksana di lapangan yang beroperasi atau patroli di perairan perbatasan NKRI. @andrian (Dispenarmatim)