LENSAINDONESIA.COM: Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi yang cukup rentan dihajar bencana alam. Bencana yang mengancam Jabar diantaranya gempa bumi, tsunami, tanah longsor, letusan gunung, banjir, puting beliung, kebakaran dan kekeringan.

Oleh karenanya, Jabar perlu melatih SDM untuk meminimalisir kerugian akibat bencana. Ini dilakukan agar bencana tidak banyak memakan korban jiwa dan harta benda.

Salah satu program pelatihan SDM tanggap bencana adalah Diklat Pemuda Siaga atau Relawan Penanggulangan Bencana (PB).

“Dengan ilmu yang diberikan selama Diklat PSB, diharapkan alumni peserta Diklat Lanjutan PSB dapat menjadi penggerak dan mampu mensosialisasikan kepada masyarakat akan bahaya bencana didaerah masing-masing,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Aksi Kesiapsiagaan BPBD Jabar, Dadang Abdurahman di Situ Cileunca, Kabupaten Bandung, hari ini (Minggu, 24/3/2013).

Peserta Diklat Lanjutan PSB 2013 berasal dari Kab/Kota Bandung, Kab Bandung Barat, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Sukabumi, Cianjur, Bogor, Purwakarta, Karawang dan Bekasi. Peserta terdiri dari berbagai unsur, diantaranya Satgas PB, Unit Cegah Siaga (UCS), Tim Raksi Cepat (TRC), Forum Kesiapsiagaan Dini Masyarakat (FKDM) dan Wartawan.

Selama mengikuti Diklat, peserta dibekali berbagai materi tentang kebencanaan, kesiapsiagaan, Standar Sistem Manajemen Keadaan Darurat (SSMKD), Sistem Komando Pengendalian Lapangan, Simulasi dan Gladi PB.

Walaupun para relawan ini tinggal di daerah masing-masing, namun bila terjadi musibah bencana di salah satu kab/kota di Jabar, mereka siap diberdayakan. Karena mereka sudah tergabung dalam “Relawan PB BPBD Jabar”, yang selalu siap siapsiaga diterjunkan bila terjadi bencana.

Lebih lanjut Dadang mengungkapkan, sejak berdirinya BPBD
Jabar tahun 2010 lalu, BPBD Jabar sudah melatih dan mencetak lebih dari 5000 anggota relawan yang tersebar di seluruh Jabar. @husein