LENSAINDONESIA.COM: Sidang lanjutan kasus pembunuhan Mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya, dengan agenda pembacaan pledoi (pembelaan) terdakwa, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (2/4/2013) dan mendapat kawalan ketat petugas kepolisian.

Dari pantauan LensaIndonesia.com, puluhan keluarga korban telah memenuhi ruang sidang Cakra PN Surabaya untuk mengawal berlangsungnya persidangan. Teriakan umpatan keras selalu dilontarkan keluarga korban saat Kuasa Hukum terdakwa membacakan pledoi.

Tak pelak, sidang yang selalu ricuh ini dijaga ketat oleh pihak kejaksaan dan jajaran kepolisian dari polsek Sawahan. Sebelumnya, pledoi ini dilakukan kuasa hukum terdakwa karena jaksa menuntut terdakwa Margasani dan Riska Artika Ningrum dengan hukuman 20 tahun penjara, dan 16 tahun penjara untuk Ainur Rofik.

Ketiganya, oleh jaksa I Wayan Yudhistira, dianggap telah memberikan bantuan, baik sarana maupun prasarana terhadap terdakwa lainnya untuk membunuh mahasiswa IAIN Sunan Ampel, Muhammad Baihaqi Fadly. @ian_lensa