Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
DKI

Tak bisa temui warga Guntur sebelum digusur, KPK bantah gunakan trik 

LENSAINDONESIA.COM: Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak bisa menemui warga Jalan Gembira, Kelurahan Guntur, Kecamatan Setia Budi, Jakarta Selatan. Pasalnya, sejak tahun 2011 lalu, pimpinan KPK sudah berkali-kali melakukan pertemuan dengan warga.

“Kemarin kan sudah dijelaskan pertemuan dengan penghuni lahan itu sudah beberapa kali dilakukan,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi SP kepada LICOM, Selasa (09/04/13).

Seperti diketahui, saat proses pengosongan lahan pagi tadi, terlebih dahulu Warga Guntur ingin bertemu dengan semua pimpinan KPK. Mereka ingin memberikan penjelasan, bahwa sesuai perjanjian, warga masih bisa tinggal sampai akhir bulan Juni. Tapi kenyataannya, warga dipaksa mengosongkannya hari ini.

Hal itulah yang menurut Jayadi, salah seorang Warga Guntur, KPK melanggar HAM.

“Tidak ada trik. KPK jugakan sudah koordinasi dengan Komnas HAM, Pemda DKI segala,” tegas Johan.

Seperti diberitakan, pimpinan KPK Senin (08/04/13) sepakat akan memberikan uang ganti secara pribadi, apabila warga minta ganti rugi. Karena lahan milik Pemprov yang ditempati warga harus segera dikosongkan.@aligarut1