LENSAINDONESIA.COM: Ancaman Ketua DPRD Surabaya Wishnu Wardhana (WW) kepada anggotanya terkait rapor merah dianggap hanya gertakan untuk mencari dukungan.

Dugaan ini muncul setelah salah satu Anggota Komisi A, Erick Reginald Tahalele mengaku ditawari jabatan strategis jika mendukung politisi yang baru saja dipecat oleh Partai Demokrat ini.

Kepada sejumlah media, Erick menjelaskan, dirinya ditawari sebagai Ketua Badan Kehormatan (BK) jika dirinya bersedia bergabung mendukung WW sebagai Ketua DPRD Surabaya.

Menurutnya, roling posisi perangkat dewan akan langsung di lakukan oleh WW bila semua fraksi yang ditawari bergabung dengan dirinya menyatakan bersedia.

“Bargaining position tersebut langsung ditolak. Upaya ini dianggap bentuk penekanan kehendak kepada Fraksi Golkar guna meloloskan keinginannya,” tegas Erick, Jumat(12/04/2013).

Politisi fraksi Partai Golkar ini juga mengomentari soal rapor merah 37 anggota yang kemarin disampaikan oleh WW, dianggap sebagai terdapat kebohongan publik.

Menurut Erick, dalam peraturan perundang-undangan soal susunan kedudukan anggota DPR/DPRD, disebutkan bahwa anggota Dewan yang dilarang bolos 6 kali berturut yaitu hanya sidang paripurna dan bukan rapat komisi atau rapat kelengkapan dewan lainnya.

“Apa yang disampaikan WW adalah kebohongan publik belaka. Memang kalau anggota dewan tidak diperbolehkan untuk bolos sidang paripurna sebanyak 6 kali berturut-turut, tapi kalau soal bolos rapat komisi atau rapat lainnya tidak ada dalam peraturan tersebut,” pungkasnya. @iwan_christiono