LENSAINDONESIA.COM: Tindakan Ketua DPRD Kota Surabaya Wishnu Wardhana (WW) dan Ketua Badan Kehormatan (BK) Agus Santoso yang membeberkan rapor merah dengan ancaman pemecatan ternyata mendapat reaksi dari anggota dewan.

Anggota Komisi A, DPRD Surabaya, M. Anwar mengatakan keputusan membeberkan rapor merah anggotan dewan merupakan hak pimpinan dewan. Namun, pihaknya balik memperingatkan bahwa tindakan WW dan AS tersebut sebagai perbuatan tidak bermoral dan semena-mena.

“Kalau mereka melakukan itu sah sah saja itu hak mereka. Tapi jangan lupa, pimpinan dewan tidak bisa semena-mena karena lembaga ini sifatnya kolektif kolegia,” tegasnya, Jumat (12/04/2013).

Politisi Partai Demokrat ini juga bahkan mengatakan kalau sanksi tersebut diterapkan, tentunya akan menjadi serangan balik karena banyak kesalahan dan pelanggaran yang dilakukan terkait kesalahan WW yang dianggap pelanggaran.

“Kalau memang membuka rapor merah anggota dewan, tentunya WW akan membuka boroknya sendiri. Lihat saja nanti kita tunggu waktunya,” ungkapnya.

Sementara itu, politisi Fraksi PKS, Reni Astuti mengatakan tindakan WW yang mengancam anggota dewan dengan pemecatan dikhawatirkan akan memperburuk polemik di dalam internal lembaga wakil rakyat. Hal ini menurutnya sangat merugikan bagi masyarakat jika masalah makin berkepanjangan dan tidak selesai.

“Saya khawatirkan dengan kondisi seperti ini masalah makin berkepanjangan. Kalau terus begini fungsi legislasi, controling, dan budgeting tidak akan berjalan,” ungkap politisi yang mengaku tidak termasuk anggota dewan berapor merah itu. @iwan_christiono