LENSAINDONESIA.COM: Organisasi sayap partai tidak bisa jauh dari induknya. Pasalnya, kelahirannya memang didesain untuk memperkuat organisasi induk mencapai tujuan.

Demikian disampaikan aktivis Satuan Indonesia Raya (Satria), oraganisasi sayap dari Partai Gerindra, Tinno Rahdian dalam diskusi yang bertajuk ‘Menakar Kekuatan Ormas/OKP Bagi Parpol, Jelang
Pemilu 2014’ di Media Center Bawaslu Jakarta Pusat, Jumat (12/04/2013).

“Payung hukumnya sudah jelas yakni di undang-undang partai politik,” ujar Tinno.

Menurut Tinno Rahdian, hal ini, juga akan diatur dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Ormas yang masih di bahas anggota legislatif sebagai desain penguatan aspirasi kepada partai politik.

Lebih lanjut, kata Tinno Rahdian, paket undang-undang politik, menjadi pelajaran berharga buat kita semua, karena diduga desain UU tersebut sebagai kepentingan kelompok tertentu. Hal ini selalu terjadi berulang ulang pada pergantian kepemimpinan nasional.

Hal ini, lanjut Tinno, Satria yang posisinya sebagai ormas sayap partai, adanya RUU Ormas ini berharap, agar DPR membuka dialog kembali dengan seluruh pimpinan ormas untuk mengakomodasi semua kepentingan.

“Harus dibuka dialog semua kelompok untuk mengakomodir semua kepentingan,” imbuhnya.

Tinno menilai, lima (5) paket UU Politik gaya baru ini, patut diduga ada upaya untuk mendesain kembali untuk kepentingan kelompok tertentu, yakni lahirnya dwi fungsi ABRI akan kembali hadir. “Semoga kecurigaan saya tidak benar,” sambungnya.

Ia juga berharap, Pemilu 2014 dapat dijadikan pintu masuk untuk menghadapi dan menghadang kekuatan asing, yang kerap mengintervensi kepentingan nasional.

Selain itu, Pemilu ini juga harus menghasilkan pemimpin yang ideal dalam rangka melakukan perubahan yang mendasar demi terciptanya masyarakat Indonesia yang adil dan sejahtera. @yuanto