LENSAINDONESIA.COM: Bakal calon gubernur (bacagub) jalur independen, Eggi Sudjana terancam gagal maju dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2013. Ini karena berkas dukungan berupa fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) pendukungnya yang diserahkan ke KPU Jatim beberapa waktu lalu banyak yang tidak memenuhi syarat (TMS).

Ketua KPU Jatim, Andry Dewantoro Ahmad menjelaskan, kalau ada berkas dukungan pasangan bacagub-bacawagub independen Eggi-Sihat yang tidak sesuai akan ditindak lanjuti oleh tingkat bawah. Saat ini dokumen sudah ada di Panitia Pemungutan Suara (PPS) tingkat desa/kelurahan.

“Tinggal PPS kami yang menyatakan berkas tidak memenuhi syarat. Kalau KPU Provinsi hanya menghitung kuantitatifnya saja. Yang punya kewenangan untuk verifikasi faktual administrasi itu adalah PPS di tingkat desa. Kalau PPS menemukan inkonsistensi dokumen satu dengan yang lainnya, itu di doknis (dokumen teknis) kami rinci,” jelasnya saat dikonfirmasi LICOM, Selasa (23/4/2013).

Dia menegaskan, berkas dukungan yang tidak dilengkapi dengan persyaratan sesuai aturan KPU maka akan langsung dikategorikan tidak memenuhi syarat (TMS). “Yang dikategorikan TMS adalah tidak ada materai, KTP dengan surat dukungan tidak sesuai, desa tidak dikenal,” cetusnya.

Sementara saat dikonfirmasi terkait pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim yang menyesalkan lolosnya KTP pendukung calon yang tidak sesuai dengan asal daerahnya, Andry menyatakan itu bukan tugas KPU. Karena KPU Provinsi hanya menghitung secara kuantitatif.

“Bukan dong. Jadi gini loh foto copy KTP dan surat dukungan itu distaples per desa. Kami distribusikan dokumen itu sesuai daerah yang diajukan calon. Kalau ada KTP dukungan nyasar ke daerah lain, itu salah calon sendiri. Dan kalau memang ada, KTP-KTP itu langsung kita nyatakan TMS,” imbuh dia.

Andry menambahkan, KPU Jatim tetap akan memberikan kesempatan pada calon independen untuk melakukan perbaikan. Syaratnya harus mengganti dua kali lipat dari KTP dukungan yang tidak sah. “Misal ternyata ditemukan 1.000 KTP dukungan tidak sah, maka yang bersangkutan harus mengganti 2.000 KTP dukungan baru,” pungkasnya.

Diketahui, Bawaslu Jatim menemukan banyak berkas dukungan yang berupa fotokopi KTP dari pasangan bacagub Eggi Sudjana dan Muhammad Sihat yang tidak sesuai di sejumlah daerah kabupaten/kota di Jatim.

Diantaranya pendistribusian KTP pendukung nyasar ke daerah lain, pendukung tidak sesuai dengan daerah asal KTP dan beberapa berkas pernyataan dukungan pasangan Eggi-Sihat yang tidak sesuai. Karena nama wakilnya, Sihat tidak disebut dalam surat pernyataan dukungan, malah tertulis Eggi Sudjana-Eddy Prasetyo. @sarifa