LENSAINDONESIA.COM : Semakin maraknya mafia peradilan akhir-akhir ini, Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) merasa prihatin terhadap kondisi tersebut.

Ketua Umum IKADIN, Dr. Todung Mulya Lubis  S.H. mengatakan, IKADIN menginginkan adanya pihak-pihak yang merusak profesional dan integritas advokat Indonesia (IKADIN).

“Kita prihatin atas advokat indonesia saat ini yang menjadikan advokat sebagai mencari hidup untuk kepentingan sendiri,seharusnya Advokat  bekerja secara profesional Dan tidak membelakangkan intergritas advokat,” ujar Mulya Lubis kepada LICOM Selasa (23/4/13) di Hotel Sultan, di Ruang Asean, Jakarta.

“Kita mengingatkan bahwa sejarah IKADIN sangat panjang yang ada sejak jaman belanda adanya di Bandung, Bali yang sebelumnya namanya Pradin tahun 1994 di Solo, Jawa tengah,” ujar Adnan Buyung Nasution dalam kepada wartawan, Selasa (23/4/13).

Menurut Adnan, berdirinya IKADIN bertujuannya untuk perjuangan moralitas menjujung tinggi hukum dan  demokrasi dan namun di era order baru sempat digenjat dan akhirnya membentuk IKADIN.

“Banyak advokat yang mengaku IKADIN. Akan tetapi, mereka tidak benar karena IKADIN yang sah adalah kepemimpinan Todung Mulya Lubis. Semua itu bisa luntur apabila advokat hanya mementingkan hidup tapi sebenarnya advokat Ikadin mementingkan profesional dan pembangunan bangsa,” jelasnya.

Ikadin telah menunjuk kuasa hukum terkait logo IKADIN Tanggal 4 april tentang pelanggaran hak cipta dan atribut Ikadin dengan terlapor atas nama Otto Hasibuan yang dilaporkan DPP Ikadin ke mabes Polri. @aguslensa