LENSAINDONESIA.COM: Carut marutnya hukum di Indonesia membuat penegakan hukum menjadi terpuruk. Ronny Talapessy, anggota Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) menilai, praktek mafia hukum sangat jelas menganggu dalam penegakan hukum di Indonesia.

Menurut Ronny, hal ini menyebabkan tidak terwujudnya keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. Keadilan hanya bagi golongan di atas dan yang mampu membayar serta memperjualbelikan hukum. “Ini dilakukan oleh mafia hukum,” ujar Ronny kepada LICOM, Rabu (24/4/13).

“Saya sebagai advokat muda menentang dan mengutuk perbuatan-perbuatan oknum-oknum mafia hukum tersebut. Ingat, negara ini dilandaskan oleh pancasila yaitu keadilan bagi seluruh rakyat indonesia,” tegasnya.

Ronny menceritakan, dirinya pernah menangani perkara terkait praktik mafia hukum yang dilakukan lawannya dari oknum polisi, jaksa, dan hakim. “Tapi saya optimis, hukum tidak dapat diputarbalikan atau dimanipulasi, kebenaran itu akan muncul dan tidak bisa ditutupi,” paparnya.

Dia berharap realisasi UU Advokat, KUHP, dan KUHAP, yang baru, membawa perubahan bagi iklim penegakan hukum di Indonesia. Sehingga, tidak ada lagi praktik mafia hukum.  Rupanya, Ronny berharap RUU advokat ‘digedok’ jadi UU bisa ;menyikat habis’ praktik mafia hukum. @aguslensa/khairul