LENSAINDONESIA.COM: Setelah sempat beberapa kali ditunda, ketiga terdakwa pelaku pembunuhan Muhammad Baihaqi Fadly mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya akhirnya divonis hakim PN Surabaya. Ketua Majelis Hakim Eko Sugianto, menjatuhkan vonis untuk terdakwa Margasani 20 tahun penjara, untuk Riska Artika Ningrum 18 tahun dan 14 tahun untuk Ainur Rofik.

“Terdakwa Margasani dan Riska terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan pembunuhan secara bersama melanggar pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Sementara untuk Ainur Rofik terbukti ikut membantu,” kata Hakim Eko Sugianto, Selasa (30/4/2013).

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan JPU yang sebelumnya menuntut terdakwa Margasani dan Riska Artika Ningrum dengan hukuman 20 tahun penjara, dan 16 tahun penjara untuk Ainur Rofik.

Tak pelak dengan vonis lebih ringan ini, keluarga korban yang selalu hadir untuk mengawal sidang ini tidak terima atas putusan hakim. “Hakim tidak adil, Riska iku uteke (otak pembunuhan),” teriak massa saat hakim mengetok palu.

Tak puas dengan hanya berteriak dan mengumpat, massa yang geram sempat mengejar terdakwa dan menghakiminya. Namun secara sigap ketiga terdakwa langsung diamankan polisi masuk kendaraan tahanan. @ian_lensa