LENSAINDONESIA.COM: Mantan manajer tim Persebaya 1927 Gede Widiade akhirnya melaporkan pengusaha Arifin Panigoro dan Direktur Utama PT Persebaya 1927 Cholid Ghoromah ke Polda Metro Jaya atas kasus dugaan tindak pidana penipuan menggunakan cek kosong.

Sumber di Polda Metro Jaya menyebutkan, Gede tiba di Mapolda Metro Jaya, Senin (20/5/13) siang, untuk diperiksa sebagai pelapor kasus dugaan penipuan 10 lembar cek kosong senilai Rp17,5 miliar terkait pengelolaan Persebaya 1927 sebagai peserta kompetisi Indonesia Premier League (IPL).

Arifin Panigoro menjadi terlapor I karena sebagai pemilik cek untuk membayar utang Persebaya 1927 kepada Gede saat tim tersebut bermain di IPL musim 2011-2012. Sedangkan Cholid Ghoromah menjadi terlapor II, karena posisinya sebagai Direktur Utama PT Persebaya 1927 dan yang menjanjikan bahwa konsorsium pengelola Persebaya akan membayar piutang Gede pada Persebaya menggunakan cek milik Arifin Panigoro.

Kepada wartawan saat mengundurkan diri sebagai CEO PT Pengelola Persebaya Indonesia (PPI) beberapa waktu lalu, Gede Widiade mengancam konsorsium PT Mitra Bola Indonesia (MBI) selaku pemilik PT PPI. Keduanya dituding Gede tidak pernah berkomitmen dan beritikad baik untuk mengembalikan dana talangannya. Sebab, Gede ternyata hanya diberi cek kosong oleh konsorsium. Cek yang masing-masing bernilai Rp1,2 miliar itu diberikan konsorsium PT MBI untuk mengangsur dana talangan yang telah dikeluarkan Gede dari kocek pribadinya.

Gede mengeluarkan dana pribadi sejak Maret 2012 hingga April 2013 untuk operasional keikutsertaan Persebaya 1927 di IPL. Namun hingga kini, tidak ada itikad baik dari PT MBI mau pun PPI untuk mengembalikan dana tersebut.@Angga_Perkasa