Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Jawa Tengah

Jateng butuh lembaga transportasi umum 

LENSAINDONESIA.COM: Provinsi Jawa Tengah sebenatar lagi akan memiliki Badan Layanan Umum (BLU) Transportasi. Lembaga ini akan mengelola pelayanan transportasi masyarakat yang murah dan nyaman.

Tak hanya itu BLU transportasi yang akan terbentuk nanti, diharapkan juga menjadi pusat pengembangan transportasi di Jawa Tengah.

Rencana pembentukan BLU transportasi ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Jawa Tengah,  bahwa pemerintah provinsa telah merancang pembentukan BLU itu untuk menangani anglomerasi di kabupaten dan kota.

“Saat ini pihak Pemrov Jateng sedang melakukan uji pengembangan dan kelayakan“ terangnya singkat.

Menurut Djoko Setjiowarno, pakar transportasi  Semarang, nantinya pejabat pengelola BLU tersebut bisa berasal dari gabungan, baik dari unsur profesional maupun PNS. “Badan ini akan membantu Pemprov. Jateng mencari dana tambahan di luar tarif penumpang yang bisa meringankan APBD Jateng dalam menyubsidi aktivitas tranportasi umum di Jateng“ tambahnya

Jalur transportasi yang terintegritas akan menciptakan ketertiban dan kenyamanan. harapannya, orang lebih banyak memanfaatkan transportasi umum. Pemerintah bertanggung jawab terhadap hal ini, sedang BLU trnsportasi menjadi mitranya.

“Sehingga semua angkutan pedesaan dan transportasi umum (bus & kereta) wilayah aglomerasi, seperti Kedungsepur, Solo Raya, Barlingmascakep, Wanarakuti, Bergas dapat ditangani pemerintah secara langsung“ terang Djoko Setjiowarno, kepada Licom, Kamis (23/5/2013).

Selain itu, lanjut Djoko, BLU juga menerima segala bentuk ragam bantuan, baik dalam bentuk subsidi maupun insentif untuk transportasi dari pemerintah pusat. “BLU Transportasi bisa bertanggungjawab langsung pada Gubernur Jawa Tengah“ terangnya

Keberadaan transportasi umum wilayah aglomerasi, masih menurut Djoko, tak hanya untuk mobilitas masyarakat biasa. Tetapi bisa juga untuk bus pariwisata. “Setidaknya  keberadaan institusi ini dapat memberi makna bagi buruh agar dpt menikmati transportasi murah, menekan angka kecelakaan lalu lintas dalam upaya mendukung program transportasi berkelanjutan yang yg ramah lingk (environment sustainable transportation)“ tungkasnya@nur

Baca Juga:  Lima tim gabungan dikerahkan untuk padamkan kebakaran hutan Gunung Slamet