Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
EDUKASI

Ribuan pekerja anak di Jatim kembali sekolah 

LENSAINDONESIA.COM – Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur, akan menarik para pekerja anak, untuk dikembalikan sekolah lagi. tahun ini ditargetkan sebanyak 2.280 anak bisa dientaskan.

Berdasar data Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jatim, tahun 2013 ini jumlahnya pekerja anak yang berhasil di kemabalikan ke sekolah mengalami kenaikan dari 2.010 menjadi 2.280 anak, atau mengalami kenaikan sebesar 13,86 persen. Jumlah ini berasal dari 17 kabupaten/kota di Jatim.

Menurut Kadisnakertransduk Jatim, Hary Soegiri saat ditemui LICOM dalam acara penyerahan paket peralatan sekolah oleh Menakertrans di Gedung Convention Centre Kampus C Unair Surabaya, Kamis (23/5). Program ini sebagai bentuk perlindungan pemerintah kepada anak agar tidak bekerja dibawah umur.

“Karena hal ini akan berdampak langsung secara fisik dan mental kepada anak-anak yang memang seharusnya masih berada di bangku sekolah,” jelasnya.

Hary menceritakan masih adanya budaya di salah satu kabupaten di Jatim, yang mengajari anak bekerja sejak kecil. “Budaya ini mengajarkan anak semangat untuk kerja, kerja, kerja! sampai mereka dewasa. Nah budaya seperti itu juga harus kita arahkan agar program ini bisa diterima oleh semua masyarakat,” cetus dia.

Tahun lalu, rasio program ini hanya berjalan sekitar 77 persen. Tahun ini, diharapkan bisa mencapai angka 90 persen. Karena sudah ada komitmen untuk penanganan bersama-sama secara integrasi di 17 kabupaten/kota.

Hary menambahkan, hingga saat ini Jatim memiliki pekerja anak sebanyak 400.000 dari 38 kabupaten/kota. “Kalau 400 ribu pekerja anak ini bisa ditarik dan dikembalikan ke sekolah, Jatim akan jadi daerah yang bebas pekerja anak. Untuk mencapai target itu tahun depan jumlahnya akan ditingkatkan menjadi 15 persen,” pungkasnya.

Baca Juga:  Pemuda Muhammadiyah sampaikan pemikiran pembangunan pada pimpinan DPRD Surabaya

Pendanaan program ini berasal dari APBN, dibantu  APBD provinsi dan kerja sama dengan banyak sektor. Yang menggembirakan, jumlah kabupaten/kota di Jatim yang tergabung dalam program ini terus meningkat. Tahun lalu hanya 16 kabupaten/kota, sekarang sudah menjadi 17.

Ada juga satu daerah tidak masuk dalam program ini, karena dinilai sudah berhasil mengembalikan para pekerja anak ke lembaga pendidikan formal. @sarifa