LENSAIDONESIA.COM:Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad seperti tidak sabar menunggu hasil audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hingga kini penghitungan kerugian negara pada kasus proyek pembangunan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di bukit Hambalang, Jawa Barat, belum juga kelar.

“Tanyakan saja di BPK kapan ada hasilnya,” kata Abraham saat dihubungi wartawan, Kamis, (20/05/13).

Tanpa hasil audit BPK, sulit bagi KPK untuk menjerat para tersangka Hambalang dalam tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Kasus Hambalang belum ada hasil penghitungan jumlah kerugian negaranya dari BPK. Jadi kita belum bisa melakukan langkah-langkah yang progresif,” curhat Abraham.

Diketahui, hingga saat ini audit BPK tahap II (terakhir) penghitungan kerugian negara dalam kasus proyek pembangunan P3SON Hambalang belum juga selesai. Namun, untuk hasil penghitungan kerugian negara tahap I, BPK sudah melansirnya sejak pertengahan tahun 2012 lalu, yaitu sekitar Rp 243 miliar.

Mengenai penetapan pasal TPPU terhadap tersangka kasus itu, Abraham kembali mengatakan masih menunggu hasil akhir audit investigasi BPK.

“Belum ada Penghitungan Akhirnya dari BPK,” pungkasnya.

Seperti diketahui, hingga saat ini, Lembaga anti rasuah itu sudah menetapkan empat orang tersangka. Diantaranya, mantan Kabiro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Dedi Kusdinar, mantan Menpora Andi Alfian Mallarangeng, Direktur Operasional I PT Adhi-Wika, Teuku Bagus Muhamad Noor. Sementara itu, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum juga telah ditetapkan sebagai tersangka terkait penerimaan hadiah dan janji.

Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda KPK akan mengembangkan kasus korupsi ini hingga ke perkara tindak pidana pencucian uang. Bahkan, para tersangka juga belum ditahan.@aligarut1