LENSAINDONESIA.COM: Pihak Rektorat IAIN Sunan Ampel Surabaya dikabarkan telah meminta pengajuan permohonan tahanan kota terhadap 11 mahasiswanya yang menjadi tersangka dalam kasus penganiayaan dan perusakan kampus.

Humas IAIN Sunan Ampel, Abdullah Rofiq mengatakan permohonan tahanan kota telah disampaikan pihak rektorat kepada Hakim PN Surabaya, “”Rektorat memang telah menyampaikan hal itu kepada majelis saat sidang perdana Rabu lalu. Atas permohonan kami, majelis hakim masih membahasnya,” ujarnya (25/5/2013).

Namun, meski permohonan itu dikabulkan atau ditolak hakim, pihaknya mengaku akan tetap mengikuti kasus ini di PN Surabaya sesuai prosedur hukum yang ada. “Kami tetap mengikuti proses sidang itu,” tandasnya.@ian_lensa