Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
EDUKASI

UB Malang luncurkan mobil listrik Automatic Charger 

LENSAINDONESIA.COM: Tim Apatte-62 Universitas Brawijaya Malang meluncurkan mobil listrik automatic charger (baterai isi ulang) bahan bakarnya di Gedung Samanta Krida, kampus setempat, Kamis (30/5/2013).

Peluncuran mobil yang diberi nama Aaristo dengan konsep hemat energi dan ramah lingkungan itu dilakukan Rektor UB, Prof Dr Yogi Sugito disaksikan para pembantu rektor dan dekan.

Menurut Rektor Yogi Sugito, peluncuran automatic car charger sebagai hasil karya mahasiswa itu patut dibanggakan.
“Apalagi ini tidak hanya sebagai alternatif dalam menghemat energi yang mulai menipis. Namun, juga karena hasil karya tersebut akan mewakili Indonesia dalam kontes berlevel internasional,” kata Yogi Sugito.

Dia menjelakan bahwa mobil listrik bikinan mahasiswa tersebut merupakan yang pertama kali dalam mengikuti event tingkat Asia. Mobil prototife pertama yang diikut sertakan dalam even internasional Shell Eco Marathon Asia itu ditangani tim Apatte-62. Tim tersebut, kata dia, dikoordinir oleh Agustian Adi Gunawan.

Rektor Yogi Sugito berharap, mobil listrik bikinan mahasiswa UB itu bisa berprestasi di even tersebut. Alasannya, mobil listri yang diberi nama Aristo itu menjadi utusan merupakan satu-satunya tim dari Indonesia yang turun dalam kategori prototife listrik.

Harapan senada juga diungkapkan Agustian Adi Gunawan. Menurut dia, jika bisa berprestasi, maka prestasi tersebut sangat membanggakan. Sebab, peserta Shell Eco Marathon Asia ini kini pesertanya meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pesertanya mencapai 150 tim dari 16 negara. Khusus dari Indonesia, yang mengikuti event ini sebanyak 20 tim. Mereka berasal dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Di antaranya, UB, ITB, USU, ITS, UPI, UI, Politeknik Negeri Jakarta, PolNep, UGM, STKIP Bandung, Unesha, Universitas Negeri Sebelas Maret, Universitas Negeri Jakarta, dan AKPRIN. Mereka akan bersaing dengan mahasiswa lain dari berbagai negara di penjuru dunia pada beberapa kategori.

Baca Juga:  FKPPI apresiasi rencana pembangunan Istana Kepresidenan di Papua

Dijelaskan Agustiawan, bahwa Shell Eco Marathon Asia ini merupakan proyek pendidikan berkelanjutan yang menantang mahasiswa untuk merancam bangun kendaraan paling hemat energi. Mereka akan bersaing dengan kendaraan tim lain dari berbagai negara.

“Sesuai ketentuan, pemenangnya nanti adalah kendaraan yang dapat bergerak paling terjauh dengan menggunakan bahan bakar atau energi paling sedikit. Pencapaian yang pernah diraih tim UI pada ajang Shell Eco-maratjon Asia itu antara lain 1st runner up urban concept with gasoline fuel 2012, 1st winner electric and gasoline fuel 2012,” jelasnya.

Karena itu, dia berharap Aristo bikinan mahasiswa UB ini bisa menempuh jarak paling jauh dala ajang Shell Eco marathon Asia yang digelar di sirkuit Sepang, Malaysia. “Penyelenggaraannya nanti dilaksanakan pada 4-7 Juli 2013,” pungkasnya.@aji dewa roisky