LENSAINDONESIA.COM: Keberadaan pabrik pengemasan (packing plant) PT Semen Indonesia Tbk di Banyuwangi meningkatkan kualitas perekonomian daerah.

Pasokan semen untuk pembangunan memenuhi kebutuhan Banyuwangi dan sekitarnya bisa dipasok dari packing plant tersebut.

Kepala Seksi Hubungan Internal & Media Semen Indonesia, Faiq Niyazi, Senin (03/06/2013) mengatakan saat ini perekonomian di kawasan timur Jatim terus menggeliat. Dengan Banyuwangi sebagai salah satu pusat pertumbuhannya. Perekonomian yang terus meningkat tersebut membutuhkan dukungan pasokan semen yang lancar. Mengingat semen adalah industri primer penunjang berbagai sektor ekonomi lainnya. Mulai dari infrastruktur jalan, jembatan, perumahan, pergudangan, hingga beragam fasilitas umum.

“Keberadaan packing plant di Banyuwangi menjamin tersedianya pasokan semen untuk wilayah Banyuwangi dan sekitarnya, sehingga harganya akan stabil. Jika tak ada jaminan pasokan, akan terjadi kelangkaan yang bisa membuat harga semen tidak terkontrol sehingga mengganggu perekonomian daerah,” katanya.

Faiq menjelaskan, penjualan Semen Indonesia dengan merek Semen Gresik khusus untuk Banyuwangi terus meningkat. Pada 2011, penjualan Semen Gresik di Banyuwangi sebesar 68.496 ton, kemudian melejit 27,33 persen menjadi 87.215 ton pada 2012.

Pertumbuhan penjualan semen di Banyuwangi lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yang hanya sebesar 14,5 persen pada 2012.

Tingginya penjualan semen yang dulu bernama Semen Gresik ini, lanjut Faiq, tidak terlepas dari pertumbuhan ekonomi di kabupaten tersebut yang terus meningkat. Pada 2011, ekonomi Banyuwangi tumbuh 7,02 persen, lalu terkerek ke level 7,18 persen pada 2012.

Level pertumbuhan ini berada di atas rata-rata pertumbuhan nasional yang pada 2012 sebesar 6,2 persen. “Melalui packing plant, Semen Indonesia ingin berkontribusi untuk terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Banyuwangi,” imbuhnya.

Packing plant Semen Indonesia di Banyuwangi memiliki kapasitas 300.000 ton semen per tahun dengan investasi Rp 120 miliar. Dilengkapi dermaga khusus dengan kapasitas 10.000 DWT, dan satu buah packing machine dengan kapasitas 2.400 bag per jam.

Keberadaan packing plant ini mempunyai dampak pengganda ekonomi yang cukup besar bagi daerah. Misalnya dalam hal menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan menjadi stimulus bagi pembangunan infrastruktur di Banyuwangi.

Untuk penyerapan tenaga kerja, misalnya, sebesar 95 persen tenaga kerja di packing plant adalah masyarakat Banyuwangi. Packing plant yang diresmikan awal 2012 tersebut juga dikerjakan dengan swakelola yang memberi porsi 90 persen bagi pengusaha lokal untuk terlibat dalam pembangunannya. Kontribusi lain adalah dalam hal pembayaran pajak dan retribusi untuk pembangunan daerah.

Keberadaan packing plant juga mendukung program pembangunan infrastruktur yang kini digalakkan Banyuwangi. Pemkab Banyuwangi setiap tahunnya melakukan pembangunan dan perbaikan jalan sepanjang 300 kilometer. Selain itu, pasokan semen yang stabil nantinya mampu mendukung rencana pembangunan kawasan industri terpadu di Banyuwangi yang akan menjadi sentra industri baru di kawasan timur Pulau Jawa.

“Artinya jelas bahwa keberadaan packing plant memberi dampak ekonomi yang signifikan, mulai dari penyerapan tenaga kerja, pembayaran pajak dan retribusi daerah, hingga multiplier effect lainnya seperti kenaikan permintaan barang dan jasa, mulai dari kuliner, wisata, properti, sampai perhotelan. Tujuan akhirnya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Faiq.

Belum lagi secara berkala Semen Indonesia melakukan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Dan sponsorship untuk masyarakat sekitar packing plant maupun event di kota Banyuwangi.@muhaimin