Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Melalui film Sang Kiai, perjuangan para pejuang yang diprakarsai sosok kiai Hasyim Asyari pendiri Nahdlatul ulama (NU) dapat digambarkan. Tak hanya itu, diharapkan melalui film yang menceritakan perjuangan santri Ponpes Tebu Ireng ini generasi muda dapat meluruskan sejarah dan mengenal lebih jauh peran NU dalam memperjuangkan kemerdekaan.

“Kita berharap melalui film Sang Kiai yang akan diputar serentak di bioskop ini, generasi muda dapat mengenal sejarah perjuangan umat islam,” ungkap Sekjen DPP PKB Imam Nahrawi.

Dijelaskannya, dalam film itu digambarkan dengan jelas perjuangan para umat islam dengan adanya revolusi jihad yang dilakukan NU sebagai tonggak kemerdekaan NKRI. “Makanya kita mengajak beberapa sekolah agar pelajar mengerti arti perjuangan dan jihad dalam perang kemerdekaan. Bahkan, saya merasa belum melakukan apa-apa dibandingkan pengorbanan yang dilakukan pejuang kala itu,” jelasnya.

Untuk itu, DPP PKB menggelar beberapa agenda nonton bareng (nobar) film Sang Kiai bersama pelajar melalui sekolah. Salah satunya adalah agenda nobar (nonton bareng) di Cito, Surabaya.

Sementara itu, ketika ditanya tentang polemik dualisme kepengurusan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI) dan Partai Kedaulatan (PK) dalam mendukung calon pilgub Jatim, pihaknya keduanya bakal dicoret. “PKB melihat ada indikasi agar kedua parpol itu sama-sama digugurkan agar tidak mendukung dua-duanya (berKaH dan Karsa). Skenario itu sudah terbaca. Jangan takut sebelum perang,” katanya.

Diketahui, polemik ini muncul ketika PK memiliki suara 0,50 persen dan PPNUI dengan modal suara 0,24 persen mendaftarkan pasangan Bersama Khofifah-Herman (Berkah) ke KPU Jatim dengan membawa surat rekomendasi, Selasa (14/5/2013) lalu. Namun, pada Minggu (19/5/2013) lalu, juga ada surat rekomendasi dari kedua partai tersebut untuk Karsa.@iwan_christiono