Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE PROOTONOMI

DPRD Jabar ‘Pe-De’ kinerja legislasi terbaik di Indonesia 

LENSAINDONESIA.COM: Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ir. Irfan Suryanagara menilai segi kinerja DPRD Provinsi Jawa Barat sebagai DPRD terproduktif di Indonesia. Hal ini terbukti dengan dibuatnya 25-45 Perda per tahun sebagai bukti pelaksanakan fungsi legislasi DPRD Provinsi Jawa Barat.

Hal tersebut dikemukakan Irfan didampingi anggota Komisi E, Budi Hermansyah (Fraksi Hanura+PKB)  saat  melakukan kegiatan hearing dialog  DPRD Jabar dengan Mahasiswa FISIP Universitas Komputer (Unikom) Bandung, di lobi ruang sidang paripurna DPRD Jabar, Selasa(4/6/2013).

Dikatakan, dari fungsi legislasi, DPRD Jabar Periode 2009-2014, dalam tahun sidang 2012 lalu,  telah menghasilkan 25 peraturan daerah bersama Pemprov Jabar. Selain itu, ada sebanyak 19 Keputusan DPRD dan 13 Keputusan Pimpinan DPRD Jabar.

Sebagai fungsi budgeting, DPRD Jabar telah berhasil meningkatkan anggaran untuk bantuan Kota/Kabupaten dari semula Rp. 10 sampai Rp 20 miliar per tahun per kabupaten/kota menjadi Rp. 110 sampai Rp.150  miliar per tahun per kabupaten/kota.

“Peningkatan bantuan dana bagi kabupaten/kota tentunya diharapkan dapat bermanfaat untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas,” ujarnya dihadapan 75 Mahasiswa FISIP Unikom Bandung.

Ia juga mengatakan, pemerataan dan rasa keadilan dalam bantuan kepada Kabupaten/kota tentunya tidak berdasarkan PAD yang masuk ke APBD Jabar, tapi berdasarkan aspirasi dan kebutuhan daerah kabupaten/kota.

Lebih lanjut, Irfan mengatakan, dalam pelaksanaan  fungsi pengawasan, DPRD Jawa Barat  telah berhasil mendorong perbaikan kinerja BUMD milik Pemprov.  Jabar yang selama ini selalu merugi. Melalui dorongan restrukturisasi manajemen, kini BUMD tersebut telah mampu memberikan kontribusi pada  PAD. Bahkan DPRD bersama Pemprov Jabar, telah berhasil mengembalikan asset daerah sebesar Rp.2 triliunan yang telah dikuasai oleh pihak ketiga.

Dalam menjalankan ketiga fungsi tersebut baik sebagai fungsi legislasi, fungsi budgeting, fungsi pengawasan, DPRD Jabar terus berupaya meningkatkan kinerja. Diharapkan, penilaian negatif terhadap kinerja DPRD sebagaimana yang selalu diekpose di media ataupun di masyarakat dapat terus berkurang.

Baca Juga:  Program Kartu Sehat distop Walikota Bekasi, DPRD ‘tepuk jidat’ pertanyakan dana Rp383 M

“Jadi tidak benar kalau anggota DPRD sama sekali tidak melakukan sesuatu dan hanya duduk diam karena berbagai bantuan serta program pembangunan yang selama ini dinikmati oleh masyarakat salah satunya adalah merupakan kerja keras dari Anggota DPRD,” ujar Politisi Demokrat asal dapil Kota Depok–Kota Bekasi ini.

Turut hadir dalam hearing dialog tersebut, Sekretaris DPRD Jabar Hj. Ida Hernida, Kabag Humas & Protokol Hj. Siti Nina dan dosen pendamping Unikom Bandung @husein.