LENSAINDONESIA.COM: Perusahaan lokal yang bergerak dalam jasa pembayaran online menyatakan siap menjamin keamanan transaksi bisnis online yang kini sedang tumbuh pesat. Kesiapan ini untuk menjawab keraguan dan kekhawatiran publik terhadap pecahnya gelembung bisnis (e-commerce) di Indonesia, sekaligus menangkap peluang potensi bisnis online.

Riyeke Ustadiyanto, pendiri sekaligus pemilik IPAYMU menilai potensi bisnis e-commerce di Indonesia masih cukup terbuka luas. Berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, pasar e-commerce di Indonesia pada tahun 2013 ini diperkirakan mencapai Rp 130 triliun, tumbuh hampir dua kali lipat dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 69 triliun.

IdEA, Asosiasi E-Commerce Indonesia dengan mengutip penelitian Daily Social memperkirakan ukuran pasar e-commerce Indonesia antara US$ 0,6 hingga US$ 1,2 juta pada tahun 2012 dan melenjit sampai US$ 135 juta di tahun 2016.

Sedangkan Frost & Sullivan dalam riset Indonesia Telecom Outlook Indonesia–Go Online 2012, menyebutkan pendapatan transaksi e-commerce di Indonesia mencapai US$ 120 juta pada 2010 dan akan meningkat jadi US$ 650 juta pada 2015.

Seiring dengan berkembangnya e-commerce di Indonesia, tentu saja kebutuhan akan pembayaran online dan aman, menjadi tuntutan utama. “Namun banyaknya penipuan jual beli barang mendompleng bisnis online memberikan sinyal yang salah terhadap potensi bisnis e-commerce. Tak heran jika mereka skeptis dan khawatir pecahnya bubble e-commerce”, kata Pikukuh.

Untuk mengantisipasi fenomena tersebut IPAYMU siap memfasilitasi transaksi online dengan menyediakan jasa Escrow. Layanan ini akan menempatkan IPAYMU sebagai pihak ketiga independen yang menjamin atas transaksi dua pihak (penjual-pembeli) yang belum memiliki keyakinan tinggi diantara keduanya.

Dengan layanan ini pihak-pihak yang melakukan transaksi online akan terhindar dari resiko penipuan atau transaksi palsu sehingga menciptakan perasaan aman dan nyaman bagi kedua belah pihak, penjual maupun pembeli.

“Semua member IPAYMU bisa menggunakan layanan Escrow. Pemilik toko online bisa mendapatkan jaminan kepastian pembayaran dari pembeli. Sebaliknya pembeli juga dapat kepastian pengiriman produk atau jasa dari penjual”, ungkap Riyeke.

Pihak pembeli sebagai pihak yang mengajukan layanan Escrow, jelasnya lebih lanjut, akan mengkonfirmasi layanan ini setelah barang yang dibeli telah dikirim oleh penjual (dengan memberikan no bukti pengiriman dari ekspedisi). Jika pihak pembeli tidak mengkonfirmasikannya pada waktu yang ditentukan, padahal transaksi telah selesai maka pihak penjual bisa mengajukan klaim escrow.

“Jaminan escrow akan memberikan kepastian sekaligus kenyamanan bagi masyarakat Indonesia yang memerlukan pilihan pembayaran yang aman dan terpercaya”, jelasnya.

Sebagai bagian dari jaminan keamanan transaksi pada masyarakat pengguna, IPAYMU melakukan pula sertifikasi pada mitra-mitra merchant-nya. Sertifikat tersebut akan menjadi label yang memberikan tambahan keyakinan pada pihak-pihak yang terlibat untuk bertransaksi dengan aman dan nyaman. Pihak merchant dapat mengajukan permohonan sertifikat ini pada IPAYMU tanpa harus membayar biaya sepeserpun.

Selain itu IPAYMU juga telah mengintegrasikan sistem pembayarannya dengan jaringan perbankan nasional dan internasional serta mengembangkan sistem pembayaran yang menjamin keamanan dan kenyamanan transaksi online melalui internet.

Untuk sistem pembayaran online, IPAYMU telah menjalin kerjasama dengan jaringan anjungan tunai mandiri (ATM) Bersama, Link, Prima, dan Meps sehingga bisa melakukan transaksi online dengan 137 bank nasional maupun internasional. Layanan IPAYMU juga terhubung dengan PT Pos Indonesia yang memiliki lebih dari 4000 kantor cabang di seluruh Indonesia.

Selain itu IPAYMU juga berkolaborasi dengan Bank CIMB Niaga sebagai bank pendukung dan penampung dana transaksi. Adanya bank pendukung ini sangat penting untuk memberikan rasa aman bagi pengguna layanan ini. Bank CIMB Niaga akan berfungsi sebagai penampung uang pengguna IPAYMU sehingga keamanan transaksi menjadi lebih terjamin karena transaksi pembayaran tidak berada di tangan IPAYMU.

Disamping itu pilihan transaksi online pun diperbanyak. “Kami tidak saja memfasilitasi pembayaran melalui kartu kredit tapi juga meluas pada penggunaan debit card yang pertumbuhannya sangat signifikan saat ini”, ujar Pikukuh.

Untuk memastikan kemudahan transaksi pembayaran antar negara, IPAYMU menjalin kerjasama dengan Paypal, layanan pembayaran tingkat global yang memiliki reputasi tinggi di jaringan transaksi online internasional. Kolaborasi ini memungkinkan pemilik akun paypal memiliki single check-out yang sama di IPAYMU, sehingga merchant tidak perlu repot lagi menyambungkan webstore nya dengan Paypal, cukup menjadi user IPAYMU. Selama merchant juga memiliki akun Paypal dapat langsung tersambung dengan sistem Paypal.

Pilihan yang beragam ini terbukti mendorong peningkatan pengguna layanan IPAYMU. “Jika sebelumnya rata-rata pengguna layanan bertambah 15 orang per hari kini meningkat menjadi 50 pengguna per hari. Jumlah pedagang online (merchant) juga melonjak dua kali lipat dari sekitar 4000 an pada saat launching di bulan Desember 2012 menjadi 11.000 di bulan Juni ini”, tuturnya.

Menurut Riyeke, IPAYMU bisa menjadi solusi untuk pembayaran online bagi banyak UKM yang saat ini masih sulit untuk dapat menikmati layanan transaksi online perbankan. Ia yakin pertumbuhan e-commerce di Indonesia akan mampu mendorong semangat entrepreneurship dan potensi local digital economy.

“Jumlah penduduknya besar. Transaksi onlinenya tumbuh terus. Sayang jika yang menangkap peluang bisnis ini adalah pihak luar. Saatnya potensi ini dimanfaatkan oleh anak bangsa sendiri”, katanya.