LENSAINDONESIA.COM: Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring lagi-lagi menunjukkan sikap berbeda dengan partainya. Ia menegaskan tetap mendukung kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM.

Padahal, Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid dalam pernyataannya usai menggelar rapat pimpinan PKS di Lembang beberapa hari lalu, menyebut seluruh elemen PKS sepakat menolak rencana itu, termasuk para menteri di Kabinet Indonesia Bersatu.

Sikap berbeda ini tentu kian menguatkan dugaan bahwa internal PKS benar-benar terbelah. Namun, Sekjen PKS Taufik Ridha menampik dugaan itu.

“Tidak ada perpecahan, apa yang dilakukan oleh pak Tifatul adalah bagian dari sikap profesionalisme beliau, pak Tifatul kan orang pemerintah,” ujarnya saat dihubungi LICOM, Sabtu (15/06/13).

Tifatul yang kini menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informasi itu, sudah tidak menduduki posisi struktural di partai. Sebagai menteri, ia sudah diserahkan kepada Presiden. Hal ini dilakukan PKS untuk menghindari konflik kepentingan dalam tubuh partai.

“Tentunya agar para menteri itu lebih fokus menjalankan tugas pemerintahan,” imbuh Taufik.

Dalam pernyataan terakhirnya, Tifatul memang menegaskan sikapnya tetap mendukung pemerintah dalam kebijakan menaikkan harga BBM. Bahkan Tifatul juga menyerukan PKS untuk menurunkan tebaran spanduk yang bertulis menolak kenaikan BBM.

“Kita harus bersikap ‘cooling down’ dalam menyampaikan aspirasi,” kata Tifatul beberapa waktu lalu.@firdausi