Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE SPORT

Persiapan kontingen Surabaya ‘berantakan’, Walikota Surabaya ‘Ngamuk’ 

LENSAINDONESIA.COM: Persiapan kontingen Surabaya yang akan berlaga di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IV di Madiun 22-30 Juni mendatang, masih amburadul. Terbukti hingga saat ini, hampir seluruh cabang olahraga tanding belum mendapatkan pakaian atau kostum yang akan dipakai untuk bertanding. Padahal pelaksanaan Porprov 2013 hanya tinggal sepekan lagi.

Belum beresnya masalah pakaian atau kostum yang akan digunakan nanti di Madiun terkuak saat acara Pelepasan dan Pembekalan Kontingen Atlet Porprov Surabaya 2013 di Graha Sawunggaling Pemkot Surabaya. Beberapa pengurus pengkot cabang olahraga “lapor” ke Walikota Surabaya Tri Rismaharini saat acara makan bersama.

Disela-sela itu, Walikota terkejut ketika ada pengurus cabor yang menanyakan perihal pakaian atau kostum yang belum diterima masing-masing cabor. “Ternyata Bu Wali tidak tahu kalau pakaian atau kostum untuk para atlet yang akan bertanding tidak ada. Beliau marah dan meminta Kadispora (Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga) untuk menyelesaikannya,” ujar salah seorang pengurus cabor yang saat itu berada satu ruangan dengan Walikota.

Imbasnya Tri Rismaharini bergegas meninggalkan ruangan makan. Diakui Sekretaris Pengkot Bola Voli Surabaya, Edi Swasono bahwa cabor-cabor memang menanyakan perihal seragam kepada Walikota saat acara makan. “Bu Wali terkejut karena beliau selama ini tidak pernah mendapatkan laporan tentang belum adanya pakaian atau kostum untuk bertanding,” ujar Edi.

Pakaian dan kostum memang belum diterima oleh semua cabang olahraga. Hal ini berbeda dengan Porprov 2011 lalu di Kediri, yang sudah menerima pakaian untuk bertanding beberapa minggu sebelum hari H.
Hal senada dikatakan oleh Suyanto Kasdi, pengurus Forki (Forum Karate-do Indonesia) Surabaya. Disampaikan bahwa hampir semua cabang olahraga belum mendapatkan pakaian atau kostum. “Tidak hanya karate yang belum punya pakaian. Namun hampir semua cabor,” tandasnya.

Baca Juga:  Mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Imron dikabarkan meninggal dunia

Semenatara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Surabaya, Sigit Sugiharsono mengatakan, belum adanya pakaian dan kostum untuk cabor-cabor itu dikarenakan sebelumnya untuk pakaian atau kostum sebenarnya sudah dianggarkan. Namun hanya cukup untuk 500 atlet. Terkait itu, Walikota mengarahkan untuk pengadaanya dialihkan ke dinas atau bagian lain.
“Ini perintah mendadak dari Bu Walikota. Besok pagi kita akan berikan uangnya untuk belikan sendiri-sendiri kaosnya kepada tiap-tiap cabang olahraga,” ujar Sigit Sugiharsono. @angga_perkasa