LENSAINDONESIA.COM: Aksi demontrasi penolakan kenaikan harga BBM, di Jl. Pahlawan Semarang akhirnya  rusuh. Puluhan masa dari Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Semarang, diamankan petugas karena dianggap menggangu ketertiban umum.

Tepatnya di halaman Gedung DPRD Provinsi Jawa Tengah, Jl. Pahlawan, aksi demo yang semula damai tersebut, berubah kisruh, ketika mahasiswa membakar ban bekas di tengah jalan. Sontak aparat kepolisian tersulut emosi.

Petugas kepolisian berusaha memadamkan api, agar tidak mengganggu ketertiban lalu lintas. Tetapi ketika api sudah padam, mahasiswa tetap ngotot dan menyulutnya kembali. Hingga dorong-dorongan di gerbang gedung DPRD provinsi Jateng pun tak terelakkan.

Aparat kepolisian pun habis kesabaran, puluhan polisi mengejar beberapa mahasiswa dan menyeret ke atas truck polisi untuk diamankan. Tentunya mahasiswa tak menyerah begitu saja di angkut truk keamana. Mereka juga membela diri dengan melancarkan pukulan ke aparat. Saling pukul antara polisi dan mahasiswa pun tak terhindarkan.

AKP Mudjiono, Kabagop Polrestabes Semarang, mengaku, terpaksa melakukan penangkapan karena menilai aksi mahasiswa tersebut, sudah mulai mengarah ke anarkis, hingga menyulut emosi beberapa anggotanya untuk melakukan kekerasan.

“Jika mahasiswa itu tidak berlebihan melakukan aksi, kami juga tidak akan sampai emosi.” Tukasnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Semarang Kombes Elan Subilan mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengamanan sesuai prosedur,dan tidak ada masalah dengan mahasiswa. Pihaknya juga akan melepaskan delapan mahasiswa yang ditangkap tersebut setelah melakukan beberapa interograsi.

“Kita sudah sesuai prosedur pengamanan, tidak perlu ada yang dilebih-lebihkan para mahasiswa juga baik-baik saja, sementara ini mereka masih kami tahan untuk di introgasi selanjutnya akan kami lebaskan.” Tuturnya.@nur_sholikin