LENSAINDONESIA.COM: Kabar gembira bagi daerah yang kekurangan listrik. Perusahaan Listrik Negara (PT PLN) Distribusi Jatim berencana menambah daya energi dan memperluas jaringannya di beberapa daerah Jawa Timur.  Diantaranya Bojonegoro dan Probolinggo.

Langkah tersebut sebagai upaya PT PLN Jatim, dalam meningkatan ketersediaan listrik di suatu daerah (rasio elektrifikasi). Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Distribusi Jatim, Arkad Matulu mengatakan, PLN terus mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga  Angin (PLTA), pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) dan beberapa tenaga lainnya.

“Ini sebagai upaya PLN menerangan beberapa daerah kecil di Indonesia yang belum terjamah jaringan listrik, termasuk Jatim sendiri. Insya Allah Oktober, bertepatan HUT PLN ke 68  di desa Sumber Urip Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar bisa menikmati listrik,” ujar Arkad. Senin (17/6/2013)

Arkad menyebut, proyek Pembangkit PLTMH dikabupaten Blitar menghasilkan daya 20 kilo watt (KW) bisa disalurkan ke 30 rumah penduduk dengan daya masing-masing 450 watt. Arkad berharap, Melalui PLTMH itu bisa memberdayakan masyarakat sekitar.

“Masyarakat  daerah itu bisa memanfaatkan aliran listrik dari tenaga PLTMH, lewat usaha-usaha kecil serta lebih peduli terhadap lingkungan dan menjaga kelestarian alam,” ungkapnya.

Arkad mengakui kendala perijinan menjadi penghambat pembangunan pembangkit listrik dibeberapa daerah Jatim. “Di mana-mana problem pasti ada. Namun yang pasti kami harapkan, peran pemerintah daerah dalam pembangunan tenaga listrik bisa terealisasi dengan baik,” harap pria sederhana ini.

Lebih lanjut Arkad mengatakan, selama ini PLN Jatim  telah memiliki dana sebesar Rp 85 miliar per tahun untuk pembuatan jaringan listrik di beberapa daerah. Namun anggaran tersebut masih belum mencukupi kebutuhan.

“Kami akan menggandeng investor untuk menggarap beberapa  proyek jaringan listrik yang memanfaatkan tenaga dari alam seperti, air, angin dan beberapa tenaga lainnya,” paparnya.

Kebijakan yang diberikan pada investor untuk membantu PLN dalam kelistrikan diatur dengan UU nomer 30/2009. Artinya, tambah Arkad para investor  bisa menggarap proyek PLN. “Kami sudah siap menerima para investor  lokal  maupun di luar Jatim,” ujarnya.

Sementara itu pelanggan PLN Jatim hingga akhir Maret 2013  mengalami kenaikan berkisar 8.621.504, dibanding tahun sebelumnya yang berkisar 8.462.380 untuk semua golongan. Sedang pelanggan pra bayar naik menjadi 1.612.300, dari tahun lalu yang mencapai 1.314.035 pelanggan.

Dengan peningkatan jumlah pelanggan tersebut, PLN Jatim  meraup keuntungan Rp 22 triliun. “Tahun depan kami menargetkan Rp 24 trilun. Kami optimis bisa mencapai angka itu, jika dibarengi yang kerjasama  baik dengan  pemerintah daerah dan intansi terkait di Jatim,” pungkas Arkad.