LENSAINDONESIA.COM: Kantor Bank Indonesia (BI) yang dipimpin Agus Martowardjojo, Selasa (25/6), digeledah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penggeledahan ini terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. Kasus ini tengah disidik lembaga pemberangus korupsi ini.

Hal itu langsung dibenarkan Juru Bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo, saat dikonfirmasi wartawan. Tentang adanya Penyidik KPK yang melakukan Penggeledahan Kantor Bank Indonesia, di Jakarta. “Benar, ada penggeledahan di BI (Bank Indonesia),” ujar Johan, Selasa (25/06/13).

KPK telah menetapkan dua orang yang bisa dimintai pertanggungjawaban hukum dalam kasus ini. Mereka adalah mantan Deputi Bidang IV Pengelolaan Moneter dan Devisa Bank Indonesia Budi Mulya, serta mantan Deputi Bidang V Pengawasan BI Siti Chalimah Fadjrijah.

Sementara, KPK mengklaim memiliki bukti baru, usai memeriksa Mantan Menkeu sekaligus mantan KSSK Sri Mulyani di Amerika Serikat. Bahkan, KPK mengaku keterangan Direktur Bank Dunia dapat membongkar aktor intelektual kasus ini.

Aktor intelektual yang dimaksud mengarah kepada Boediono. Boediono saat menjabat Gubernur BI diduga mengetahui dan menyetujui pemberian FPJP dan mengambil kebijakan bailout (dana talangan) Rp 6,7 triliun kepada Bank Century.

Informasi yang dihimpun saat ini penggeledahan masih berlangsung. Sedikitnya ada empat ruangan yang digeledah KPK pada Kantor BI yang kini dipimpin oleh Agus Martowardjojo itu. Belum dipastikan barang atau dokumen apa saja yang berhasil didapat Tim Penyidik KPK dari Kantor BI. @AG1