LENSAINDONESIA.COM: Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU Ormas DPR-RI, Abdul Malik Haramain mengaku belum menerima laporan dari fraksi PAN apakah menerima, menolak atau abstain pada rapat paripurna pengesahan RUU Ormas, Selasa (25/06/13) ini. Ia berharap, Fraksi PAN dapat menerima RUU itu pada saat-saat terakhir.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini meyakini semua fraksi bisa ikut bersama menerima RUU Ormas. Meskipun, ada catatan-catatan yang harus disepakati bersama dalam rapat paripurna.

“Kalau ini disepakati nanti di paripurna maka pansus berkewajiban mengharuskan mengubah beberapa poin seperti yang diberikan catatan oleh PAN,” ujar Malik Haramain di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (25/06/13).

Menurutnya, mungkin itu bisa menjadi jalan tengah, karena 80 persen fraksi tetap akan mengesahkan, pemerintah juga begitu. Namun Pansus menginginkan agar pengesahan RUU Ormas bisa bulat, tidak lonjong,

“Semua fraksi saya harapkan bisa ikut RUU Ormas,” kata Malik.

Ia mengaku tak mengerti 98 ormas yang dikabarkan menolak RUU itu. Jika benar yang menolak sebanyak itu, nyatanya yang bersuara hanya ormas dan tokoh yang ‘itu-itu saja’. Selain sejumlah ormas yang menolak, kata Haramain, sebenarnya banyak organisasi yang mendukung, tapi tidak berbicara di publik melalui media.

“Contoh lembaga persahabatan ormas islam, yang itu ormas tua, kredibel, anggotanya jelas ideologinya jelas, mendukung sejak awal RUU Ormas, mereka juga minta agar beberapa organisasi yang tergabung dalam Forum Umat Islam minta RUU Ormas disahkan,” jelasnya.

Ia menyarankan, jika ada yang keberatan dengan RUU Ormas itu nantinya, bisa mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK). Menurutnya, itu hak warga negara dan cara yang paling fair ditengah pro kontra terhadap RUU itu.

“Kita serahkan ke MK, apakah RUU Ormas pasal demi pasal benar atau tidak,” tandas Malik Haramain.@endang