LENSAINDONESIA.COM: Dua pelajar ditangkap Unit Reserse dan Kriminal Polsek Pacitan. Karena diduga pelaku serangkaian pencurian burung di Pacitan, Minggu (23/06/2013).

Kapolsekta Pacitan, AKP Sardjono, Senin mengungkapkan, kedua tersangka yang diidentifikasi berinsial ADP (18) dan NAP (17), ditangkap di rumah masing-masing setelah polisi mendapat pengaduan dari korban Yulian Angga Pratama.

“Pengaduan kami terima saat berlangsungnya kontes burung berkicau kapolres Cup, memeperingati Hari Bhayangkara tahun 2013 yang jatuh pada tanggal 1 Juli mendatang. Namun anggota kami melakukan pengintaian terlebih dahulu, hingga kedua pelaku pulang ke rumahnya. Tadi malam mereka kami tangkap,” terang Sardjono.

Dijelaskan, operasi penangkapan berlangsung relatif mudah, karena kedua pelaku sama sekali tidak berupaya melakukan perlawanan ataupun mencoba melarikan diri.

ADP dan NAP yang tercatat masih berstatus pelajar salah satu SMA di Ngadirojo tersebut, saat ini telah ditahan di Mapolsekta Pacitan, setelah terlebih dulu menjalani serangkaian pemeriksaan.

Dari tangan keduanya, polisi menyita barang bukti 11 ekor burung kicauan berbagai jenis, lengkap dengan sangkarnya.

Selain itu, aparat juga mengamankan sepeda Motor Yamaha Mio warna merah, nomor polisi AE 3965 XQ. Kendaraan pelaku ikut disita karena diduga menjadi sarana melakukan pencurian.

“Dari seekor burung dan yg disita, tadi malam dikembangkan dan berhasil menyita 11 ekor burung beserta  sangkarnya di rumah kediaman pelaku di daerah Lorok,” terang Sardjono.

Kronologi penangkapan bermula dari kesaksian Hendri Anggoro, teman korban asal Dusun Betulo, Desa Bangunsari, Kecamatan Pacitan.

Saat menonton kontes burung, Hendri mandapati seseorang membawa sangkar dengan ciri-ciri persis seperti milik Yulian Angga Pratama, yang hilang pada April 2013, yakni sangkar berbahan kayu dan bermotif wayang.

Dari situlah lantas Hendri mengabarkan pada Yulian dan selanjutnya melakukan pengecekan langsung di lokasi kontes burung “Kapolres Cup”.

Setelah memastikan sangkar beserta isi benar miliknya, Yulian lantas melapor ke Mapolsek Pacitan.@arso