LENSAINDONESIA.COM Satu korban robohnya pangung Poprov Jatim tersisa di rumah sakit, Yulita (17) urung dirujuk ke RS Spesialis Tulang di Solo, Jateng. Sebab, RSUPP Jatim dr Soedhono di Kota Madiun sanggup melakukan operasi.

Pengobatan Yulita, kini menjadi tanggung jawab pihak panitia lokal Porprov IV dan Pemkot Madiun. Sedangkan pihak event organizer (EO) hingga hari ini, tak kunjung datang walau sekedar menyampaikan permintaan maaf.

“Sesuai informasi dari pihak RSU dr Soedhono, rencananya operasi dilakukan besuk Selasa, (25/06/2013). Operasi dilakukan dengan mendatangkan ahli spesialis tulang belakang beserta peralatannya,” jelas Ny Sus Mardiyanti ibu kandung Yulita di Paviliun Merpati, Senin (24/06/2013).

Operasi akan dibantu tim bedah yang biasa menangani tulang belakang RS dr Soedarso. Atas jaminan itu, pihak keluarga mengurung niat membawa anak keduanya menjalani perawatan di Solo.

“Adanya jaminan itu, membuat kami urung membawa dia (Yulita) ke Solo. Semoga saja benar dan terlaksana,” ujar Ny Sus penuh harap.

Yulita, kini naik kelas XII SMAN I Kota Madiun, tidak pernah menyangka bakal mengalami kejadian seperti itu. Padahal dia tidak aktif dalam kegiatan paduan suara. Aslinya Yunita adalah seorang Pramuka. Karena paduan suara POR Propov Jatim membutuhkan peserta banyak, maka Yunita masuk dalam daftar.

Panggung untuk Konser Musik Ahmad Dhani dan grup TRIAD, Sabtu (22/60/2013) sekitar pukul 10.20, mendadak roboh akibat menanggung beban ratusan pelajar usai melakukan gladi bersih. Ditaksir sebanyak 500 pelajar berada di atas panggung. Tidak kuat menyangga beban, panggung pun roboh. Akibatnya, puluhan remaja mengalami luka, diantaranya 5 patah tulang.

Kegiatan paduan suara untuk POR Prop Jatim melibatkan sebanyak 1.600 anak, usai gladi bersih beberapa diantara mereka berfoto ria diatas panggung konser. Tidak lama berselang panggung roboh mengakibatkan 51 korban luka dilarikan ke RSUD Sogaten dan RSUPP Jatim dr Soedhono.

Sedangkan, biaya perawatan korban luka sepenuhnya ditanggung Pemkot Madiun, namun pihak EO Porprov Jatim terkesan diam. Bahkan, saat kejadian sempat menghalangi wartawan mengambil gambar, hingga memunculkan percekcokan dengan sejumlah wartawan.@a