Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.   
Bisnis

B2BM Palangkaraya, Kadin Jatim berhasil meraih transaksi 10 M 

LENSAINDONESIA.COM: Setalah sukses menggelar pertemuan bisnis B2BM (Business to Business Meeting) di Medan. Kali ini, Kadin Jatim melanjutkan kerjasama bisnis dengan Kadin Kalimantan Tengah (Kalteng) yang digelar di Palangkaraya.

Rangkaian B2NM ini merupakan upaya Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim  inten memperluas jaringan kerjasama bisnis antar provinsi.

Ketua Umum Kadin Kalteng, Tugiyo Wiratmodjo, mengatakan, temu bisnis Kadin Jatim dan Kalteng merupakan lanjutan dari kegiatan pertemuan sebelumnya pada Mei 2013 lalu.

“Kami sangat antusiasi menyambut temu bisnis ini, sejumlah pengusaha dari beberapa sektor produk olahan maupun pabrikan ikut berpartisipasi,” ujar Tugiyo. Saat dikonfirmasi oleh LICOM selasa (2/7/2013) malam.

Menurutnya, pertemuan bisnis antar provinsi tersebut diharapakan bisa melakukan transaksi secara langsung dan membuahkan hasil bagi kedua provinsi.

“Pelaku usaha dan UMKM dari Provinsi Jatim dalam melakukan kegiatan usahanya sangat didukung oleh pemerintah daerah di sana, seperti dialokasikannya anggaran atau dana dari Bank Jatim maupun lewat Bank UMKM setempat. Melalui pertemuan ini, kita ingin hal itu terjadi juga di Kalteng,” terang Tugiyo.

Sementara Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Diar Kusuma Putra menjelaskan, dalam pertemuan itu telah terjadi kesepakatan transaksi antara pengusaha Jatim yang bergerak di sektor agroindustri (pesanan pupuk dasar untuk kelapa sawit) PT Lintang Borneo Malang dengan salah satu perkebunan kelapa sawit di Kalteng, dengan transaksi Rp 10 miliar.

Menurutnya, terkait dengan kesepakatan transaksi tersebut, Bank Jawa Timur akan back-up pendanaan PT Lintang Borneo Malang. sedangkan pihak perusahan perkebunan sawit di back-up oleh Bank BNI sebagai mitra dari Kadin Kalteng. Bank Jawa Timur juga akan mendukung transaksi pendanaan UD. Fariadji asal Jatim dengan mitra bisnis pengusaha Palangkaraya untuk pengiriman kayu senilai Rp 600 juta.@dony_maulana

Baca Juga:  BCA kerja sama dengan Ralali.com permudah pembayaran UMKM