Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE UTAMA

Said Agil : Metode rukyat tetap yang tercanggih dan relevan 

LENSAINDONESIA.COM:Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tetap akan mempertahankan metode rukyat atau melihat hilal sebagai penanda awal bulan, untuk menentukan permulaan puasa ramadhan dan hari raya Idul Fitri tahun ini. Sebab metode rukyat tetap dianggap yang paling canggih dan relevan dengan kondisi zaman.

“Ini sesuai dengan sabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam, puasalah kamu dengan melihat bulan dan berlebaranlah dengan melihat bulan. Untuk itu, NU akan tetap berpegang pada metode rukyat untuk penentuan awal ramadhan dan Idul Fitri,” tegas Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (03/07/2013) petang.

Pada sisi lain, dia juga menolak anggapan bahwa penentuan awal bulan dengan metode rukyat merupakan metode yang sudah tertinggal dari kemajuan teknologi.

“Lajnah Falakiyah kami juga canggih, mau menentukan tanggal sampai tiga ribu tahun ke depan juga bisa. Ini bukan soal canggih atau tidak canggih, tetapi ini mengikuti seperti apa yang dijalankan Rasulullah,” tandas Said.

Dijelaskan, soal cuaca mendung yang sering menjadi hambatan dalam metode rukyat ada petunjuk lain untuk penggenapan bulan menjadi 30 hari.

Sementara itu, terkait seringnya terjadi perbedaan awal puasa dan hari raya Idul Fitri di Indonesia, Said menyesalkannya. Dia mengatakan, di Timur Tengah, perbedaan itu menjadi hal yang wajar pada negara yang berbeda.

“Mesir itu menggunakan rukyat, Jordania menggunakan hisab. Di Timur Tengah penentuan puasa juga sering berbeda, tetapi antarnegara, bukan di satu negara ada kelompok-kelompok yang saling berbeda,” papar Said.

Sekretaris Lajnah Falakiyah NU, Nahari Ilyas, mengatakan NU mulai melaksanakan motode rukyat pada 28 Syakban 1434 H atau bertepatan tanggal 8 Juli 2013. Ada 90 titik untuk melihat hilal.

Baca Juga:  (Liputan khusus) Saatnya bisnis tata rias online besutan waria menuju Unicorn

“Semua hasil-hasil yang sudah dilihat di sembilan puluh titik itu akan dilaporkan ke Lajnah Falakiyah pusat, ke kami. Selanjutnya di sini akan dibahas bagaimana keputusan akhirnya,” tandas Nahari.@bro*