Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE JATIM RAYA

Dua mini market bandel disidak Pemkab Madiun 

LENSAINDONESIA.COM: Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan Pariwisata (Diskopindagpar) Kabupaten Madiun menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah toko yang menjual makanan dan minuman.

Dalam sidak di wilayah Selatan Kabupaten Madiun pada Senin (08/07/13), petugas menemukan dua mini market
perorangan yang didapati menjual maupun menyimpan makanan dan minuman (mamin) rusak atau kadaluarsa.

Selain itu petugas juga menemukan sejumlah produk jamu hingga komestik yang dilarang beredar oleh pemerintah. Saat diperiksa, salah seorang pemilik mini market sempat bersitegang dengan petugas gabungan.

Pengelola mini market Aneka di Kecamatan Dolopo, Ny Toetik sempat bersikeras melarang petugas membawa barang-barang temuan. Bahkan, ia sempat merasa keberatan dengan kehadiran sejumlah wartawan tengah melakukan pemotretan. Padahal di mini market itu, petugas gabungan menemukan roti berjamur, jamu Akar Dewa yang dilarang edar, susu kaleng berkarat hingga kosmetik pemutih dari RRC yang juga dilarang edar.

“Baik, jika ibu tidak mau barang-barang itu dibawa petugas, silahkan tanda tangani berita acara. Kami hanya akan memberikan peringatan tertulis dan meminta barang-barang itu tidak dipajang maupun dijualbelikan,” ujar Suprijadi, petugas dari Diskopindagpar Kabupaten Madiun.

Nyonya Toetik akhirnya terdiam dan menandatangani berita acara, dan petugas memasukkan seluruh temuan dalam kardus dan disegel kemudian diberikan kepada pemilik toko agar disimpan untuk tidak diperjualbelikan. Temuan serupa terjadi di Madinah Swalayan, Kecamatan Geger, namun pengelola mematuhi semua saran dari petugas.

“Dua mini market itu dalam inspeksi serupa tahun lalu juga terjadi hal sama, atas temuan itu, kami jadikan bahan laporan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti,” ujar Suprijadi lagi.

Menanggapi hal itu, Kabid Perdagangan Diskopindagpar, Agus Suyudi mengatakan, pihaknya akan kembali melakukan inspeksi mamin sepekan sebelum lebaran. Jika masih ditemukan barang serupa disita, selanjutnya akan diproses sesuai ketentuan berlaku.

Baca Juga:  Kabiro Humas Pemprov Jatim Jatim ajak wartawan kunker ke NTB

“Memang kali ini masih berupa peringatan lisan hingga tertulis, lain kali diproses sesuai ketentuan yang ada,” tandasnya.@arso