Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE DEMOKRASI

Negara harus koreksi sistem penyelenggaraan migas 

LENSAINDONESIA.COM: Kebijakan Minyak dan gas Indonesia dianggap memiliki kepribadian ganda. Pasalnya, kebijakan dalam negeri berbeda dengan kebijakan ekspor minyak.

Direktur Indonesia For Global Justice, Riza Damanik menyatakan dipaksanya masyarakat menghemat energi berbeda dengan keinginan negara untuk menjual minyak mentah dan gas ke luar negeri.

“ketika di dalam negeri rakyat kalangan bawah dipaksa menghemat energi, kebijakan luar cenderung pemborosan energi,” ujar Riza Damanik, di Jakarta, Senin (08/07/13).

Riza menuduh pemerintah justru lebih harmonis dengan perusahaan asing dalam rangka pemenuhan kebutuhan energi dibanding dengan kebutuhan domestik.

“Upaya pelibatan asing telah luar biasa besar, hingga 80 persen sampai hari ini terjadi,” tegasnya.

Dirinya pun mengingatkan agar negara dapat menaikkan peran dan tidak selalu harmonis dengan perusahaan asing. Peran negara dalam menguasai dan menggunakan sumber daya alam harus ditingkatkan.

“DPR harus koreksi praktek kejahatan dan kembali ke proses harmonisasi kebijakan dengan UUD,” tandasnya.@priokustiadi

Baca Juga:  KPK kembali datangi Pengadilan Negeri Surabaya