LENSAINDONESIA.COM: Sehari menjelang bulan suci Ramadhan, harga daging ayam potong terus mengalami kenaikan bahkan di pasaran harganya kini sudah menembus angka Rp.37.500 per kg. Untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab lonjakan harga ayam potong, Pemprov Jabar menggandeng Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk melakukan pengawasan.

Pemprov Jabar bersama KPPU akan membentuk tim pengawas untuk mengatahui apa yang menjadi penyebab melonjaknya harga ayam menjelang bulan Ramadhan. “Seberapa besar dampak psikologis atas kenaikan harga BBM, atau ada dampak lainnya,” ujar Gubernur Jabar Ahmad Heryawan pada wartawan di Bale Asri Pusdai, Senin (8/7/2013).

Namun, jika kenaikan harga sudah mulai tak wajar, maka harus diwaspadai adanya kecurangan yang dilakukan oleh sekelompok orang. “Ya, tentu presentase kenaikannya harus terukur dan wajar. Kalau tidak terukur khawatir ada yang lain (masalah-red). Kita terus meminta tidak ada kecurangan dalam perdagangan. Kita juga lakukan langkah-langkah seperti operasi pasar atau bazar murah,” kata dia.

Politisi PKS itu menyatakan, 55 persen kebutuhan daging ayam di Indonesia dipasok dari Jabar. Sehingga Jabar seharusnya  tidak terpengaruh dengan kenaikan harba BBM. “Tapi kan ternyata pasar lain,” ujar Aher.

Lebih lanjut Aher mengatakan, Pemprov Jabar dan KKPU terus berkoordinasi, dan besok akan melakukan investigasi lapangan. “Jadi tunggu hasil investigasi besok. Kalau harganya semakin naik, tentunya perlu diambil tindakan,” tegasnya.@husein