LENSAINDONESIA.COM: Cadangan minyak dan gas Indonesia setiap tahun semakin berkurang. SKK Migas sebagai badan pengelola migas diharapkan tidak dibebani dengan tugas keuntungan migas digunakan sebagai pembangunan negara.

Anggota Komisi VII Partai Golkar, Bobby Adhityo Rizaldi menyatakan, tugas SKK Migas saat ini memberikan keuntungan kepada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Sehingga belum diperlukan pembangunan saat ini dari keuntungan sektor migas.

“Memastikan minyak yang kita punya dapat mengamankan APBN dulu. Kita tidak usah bicara bikin jalan, sekolah, rumah sakit kalau tidak ada uang,” ujar Bobby, di Warung Komando, Jakarta, Senin (8/7/13).

Bobby mengusulkan, dari sekian banyak keuntungan justru hanya 600 ribu barel minyak menjadi bagian negara dan sisanya milik kontraktor. Dirinya beranggapan tugas SKK Migas harus mengajak investor dapat berinvestasi di Indonesia.

“Karena minyak ini tinggal 12 tahun dan laju pengurasan terjadi sekarang. Harus ada eksplorasi cadangan baru. Dengan merayu investor tanamkan uangnya,” tandasnya.

Dirinya menginginkan adanya dua peran utama SKK Migas dalam perspektif terutama menjaga target APBN dan menjaga kesinambungan dan merayu investor. “Cukup dua saja tugasnya, capai target dan rayu investor,” usulnya.@priokustiadi