Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE PROOTONOMI

Waduh! Gedung bersejarah Kota Bandung jadi tempat karaoke dangdut 

LENSAINDONESIA.COM: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat menyatakan prihatin terhadap alih fungsi salah satu bangunan heritage (warisan budaya) di Kota Bandung. Gedung New Majestic yang bersebelahan dengan Gedung Merdeka di Jalan Braga telah berubah menjadi tempat karaoke dangdut.

Gedung New Majestic semestinya diperuntukkan bagi kegiatan kesenian dan budaya. Kini gedung bersejarah itu telah menjadi tempat hiburan Karaoke.

“Hal ini sungguh tidak mendidik,” ujar Ketua Komisi E DPRD Jabar Didin Supriadin kepada wartawan.

Didin mengaku tak setuju atas alih peruntukan gedung New Majestic itu. Pasalnya, DPRD menyetujui renovasi gedung itu untuk kegiatan kesenian dan kebudayaan yang bersifat mendidik.

Atas kejadian tersebut maka pihaknya mempertanyakan keputusan yang diambil pihak pengelola, dalam hal ini Perusahaan Daerah (PD) Jasa dan Kepariwisataan(Jawi) yang mengizinkan pemanfaatan gedung untuk tempat hiburan.

Diakuinya, walaupun berorientasi pada profit, namun tidak seharusnya BUMD milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat itu mengambil keputusan yang dianggapnya sepihak.

“PD Jawi itu kan milik Pemprov, seharusnya mereka koordinasi. Jangan asal ada pemasukan, tapi menuai kritik dari masyarakat,” tegas Didin.

Karena itu, pihaknya meminta peninjauan ulang terhadap perjanjian kerjasama pemanfaatan gedung tersebut oleh PD Jasa dan Kepariwisataan Provinsi Jabar. Selain itu, para pihak harus kembali duduk bersama dan dicari solusi terbaiknya.

“Jangan dipaksakan kalau kenyataannya menuai kritik,” imbuh Didin seraya mengatakan akan berkoordinasi dengan Komisi C DPRD Jabar selaku mitra kerja BUMN di Provinsi Jawa Barat.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Jawa Barat, Diah Nurwitasari menyatakan, tidak tahu menahu soal alih fungsi tersebut. Namun ia mengaku sempat mendapatkan kabar jika gedung tersebut memang akan dijadikan kafe.

“Kalau soal tempat hiburan, saya tidak tahu. Tapi kan dulu memang sempat ada rencana menjadi kafe. Jadi di bayangan saya kafe itu kan tempat makan, minum. Sepanjang tidak digunakan untuk maksiat, saya kira tidak ada masalah,” kata Diah.

Baca Juga:  Rhenald Kasali dukung Presiden pilih kaum muda di kabinetnya

Secara umum, kata dia, pihaknya memang berkewajiban melakukan pengawasan terhadap kinerja BUMD. Tapi bukan berarti setiap kerjasama yang dilakukan pihak pengelola harus diketahui DPRD.

“Kami memang punya fungsi pengawasan, tapi tentunya kita tidak masuk terlalu dalam, terlebih soal teknis. Kita mengawasi hal-hal yang sifatnya umum saja seperti kinerja keuangannya, manfaat bagi masyarakat atau penyertaan modal dari APBD,” pungkas Diah.@husein